Di tengah tantangan kompleks industri properti lokal, platform proptech Pinhome terus melahirkan inovasi untuk membuat pemenuhan kebutuhan hunian semakin terjangkau bagi semua kalangan, khususnya anak muda. Mengambil pendekatan hulu ke hilir, aplikasi Pinhome memfasilitasi dari awal proses pencarian, hingga akad dengan bantuan agen.
Sejak berdiri tahun 2020 hingga awal tahun 2025, aplikasi Pinhome telah diunduh lebih dari 10 juta pengguna dengan jutaan pengguna aktif bulanan. Listing properti juga telah mencapai 1,6 juta unit, menjangkau 96% kota yang ada di Indonesia — mencakup lebih dari 500 kota.
Untuk mendalami tentang bagaimana pertumbuhan bisnis dan inovasi apa saja yang baru-baru ini dilahirkan, DailySocial berkesempatan berbincang dengan Co-Founder & CEO Pinhome Dayu Dara Permata.
“Sepanjang tahun 2024, Pinhome memperlihatkan perkembangan bisnis yang positif di seluruh lini bisnis yang mencakup layanan Jual-Beli-Sewa Properti, Pembiayaan Properti (KPR), dan Jasa Rumah Tangga […] Di akhir tahun 2024, Pinhome berhasil mengurangi EBITDA loss lebih dari 70% dibandingkan tahun 2022,” ujar Dara.
Dorong pertumbuhan berkelanjutan
Data turut menekankan, di tengah kondisi ekonomi yang masih sangat dinamis, perusahaannya terus mengedepankan strategi pertumbuhan berkelanjutan dengan ara meningkatkan gross profit sembari menjaga biaya operasional di level yang efisien. Strategi ini dinilai berhasil membawa Pinhome berada di lajur profitabilitas.
Penerapan AI menjadi salah satu yang dinilai cukup membantu membawa Pinhome menuju efisiensi bisnis, khususnya dalam penerapannya di lini operasional dan enabler. Selain itu implementasi AI di lini penjualan, CRM, dan pengembangan bisnis juga turut mendorong pertumbuhan gross profit, karena berdampak langsung pada peningkatan pengalaman pengguna, kecepatan respons, dan produktivitas yang makin gesit.
“Fokus utama Pinhome di tahun 2025 adalah untuk mencapai target jangka pendek seperti memperluas pangsa pasar dan mencapai profitabilitas yang berkelanjutan. Setelah itu kami akan menilai kemungkinan fundraising yang dapat mendukung tahap pertumbuhan berikutnya,” imbuh Dara.
Gambaran industri properti
Terkait dinamika sektor bisnis properti, Dara menyampaikan sepanjang 2024 ada beberapa faktor yang secara signifikan memberikan pengaruh di sektor tersebut. Ini termasuk berbagai kebijakan pemerintah seperti penurunan suku bunga acuan BI, pemberlakuan PPN DPT 100%, hingga pembangunan infrastruktur untuk konektivitas antardaerah.
Menurut data internal Pinhome, penurunan bunga pada Q32024 justru mendorong transaksi KPR dan KPA lebih dari 50%, membuka lebih banyak peluang pembiayaan.
“Data kami juga menunjukkan Pemilihan Presiden 2024 menyebabkan lonjakan pencarian rumah mewah sebesar 30% pada Q22024, dipicu oleh meredanya ketidakpastian politik. Transaksi KPR dan KPA meningkat 10% secara kuartalan. Kebijakan seperti program 3 Juta Rumah, perpanjangan PPN DTP hingga Juni 2025, dan penurunan BI Rate diprediksi akan terus memperkuat daya beli masyarakat di tahun 2025,” jelas Dara.
Secara khusus, layanan Pinhome juga didesain untuk membantu anak muda dalam menghadapi tantangan besar dalam kepemilikan rumah — terlebih generasi sandwich. Upaya ini direpresentasikan dengan hadirnya sejumlah fitur, seperti kalkulasi kemampuan beli properti, pencarian rumah impian sesuai budget, dan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangannya.
“Fitur-fitur kami dirancang khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengguna, khususnya milenial dan gen Z, yang sering menghadapi tantangan dalam hal kepemilikan rumah. Salah satu contohnya adalah fitur simulasi KPR yang memberikan gambaran jelas tentang cicilan KPR serta biaya-biaya terkait. Selain itu, fitur budget ideal juga hadir untuk membantu pengguna mengetahui kisaran harga properti yang sesuai dengan kondisi finansial mereka,” imbuh Dara.
Dara optimis dengan kebijakan yang baru-baru ini ada, sektor properti masih akan mengalami pertumbuhan di tahun 2025 ini.
Meningkatkan kemampuan dengan AI
Inovasi AI masih akan terus digencarkan tahun ini guna meningkatkan proposisi nilai Pinhome. Sebelumnya mereka sudah menghadirkan fitur seperti Pinvalue untuk estimasi harga properti, PinSmart AI untuk fasilitasi pencarian & konsultasi properti dengan Pinhome AI chatbot, dan implementasi Gen AI dalam aspek penyempurnaan & moderasi listing. Tahun ini, fitur AI lainnya akan dihadirkan, salah satunya mengintegrasikan AI Agent ke sistem Sales dan CRM.
Pendekatan teknologi yang lebih canggih ini dinilai relevan, mengingat saat ini pengguna Pinhome mayoritas datang dari kalangan muda-mudi.
“Dengan jutaan pengguna, saat ini aplikasi Pinhome didominasi oleh generasi milenial, berumur 28-43 tahun dengan proporsi pengguna perempuan dan laki-laki yang kurang lebih seimbang yang merupakan calon pembeli properti dan penyewa properti. Meski didominasi oleh pengguna di kota-kota tier 1 dan 2, Pinhome juga tetap menjangkau pengguna di kota-kota di luar Pulau Jawa,” jelas Dara
Selanjutnya, Dara juga mengatakan bahwa Pinhome masih akan terus berupaya menyempurnakan layanan proptech di ekosistemnya, sehingga bisa memberikan pelayanan end-to-end untuk pemenuhan kebutuhan properti.






Leave a Reply