East Ventures mengumumkan terselesaikannya transaksi sekunder perdana mereka yang dipimpin oleh Coller Capital, perusahaan investasi terkemuka di pasar sekunder. Coller Capital underwrite seluruh transaksi ini.
Dalam rilisnya disebutkan, East Ventures melakukan pembayaran distribusi tunai (cash distribution payout) atau likuiditas yang signifikan, sehingga total distributions-to-paid-in capital (DPI) kepada para investor di dana kelolaan East Ventures 5 L.P. (EV5) mencapai sekitar 2x.
“Kami senang dapat bermitra dengan Coller Capital melalui proses yang cepat dan efisien untuk merancang solusi yang tidak hanya memberikan likuiditas yang menarik bagi para investor kami, namun juga memberikan kesempatan untuk melanjutkan kemitraan kami yang berharga dengan para entrepreneur dan tim manajemen di perusahaan-perusahaan ini. Kami percaya bahwa portofolio ini berada dalam posisi yang baik untuk mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi indonesia, terutama dengan berkembangnya ekonomi digital,” kata Co-Founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca.
Melanjutkan kesuksesan dana kelolaan (fund) sebelumnya, EV5 adalah dana kelolaan yang dinilai sukses di platform East Ventures, yang awalnya dihadirkan untuk berinvestasi pada perusahaan teknologi tahap awal di Asia Tenggara.
EV5 diinvestasikan ke sejumlah startup, dua di antarnaya IDN Media dan Waresix. Disampaikan banyak startup di portofolio EV5 yang juga mendapatkan investasi dari fund East Ventures berikutnya. Transaksi sekunder ini menegaskan keyakinan East Ventures yang berkelanjutan terhadap ekosistemnya, yang terdiri dari startup-startup berkembang dengan kinerja baik.
Transaksi ini dirancang dengan adanya partisipasi keuntungan (profit participation), yang memungkinkan EV5 menghasilkan keuntungan menarik bagi para investornya, dan pada saat yang bersamaan mempertahankan partisipasi dalam pertumbuhan masa depan dari startup yang menjadi portofolio.
East Ventures memastikan tetap menjadi pemegang saham yang signifikan dan aktif di perusahaan-perusahaan tersebut serta terus menjadi mitra utama bagi tim manajemen yang akan terus mendapatkan manfaat dari nilai tambah operasional yang unik, tata kelola perusahaan, dan ekosistem Asia Tenggara yang dimiliki.
Secara terpisah, Willson mengungkapkan ke DailySocial bahwa program seperti ini memiliki objektif untuk menunjukkan bahwa investor memiliki ketertarikan untuk berinvestasi di startup Asia Tenggara.
“Continuation program itu mirip dengan peluncuran fund baru. Ini sangat penting karena showing investor interest in good asset di SEA. Dan ini pertama kali ada di Asia Tenggara,” ujarnya.
Dan turut ditekankan, bahwa continuation ini menjadi salah satu bentuk penggalangan dana kelolaan.
Sebagai informasi, continuation fund adalah kendaraan investasi ekuitas swasta yang dirancang untuk memperpanjang masa kepemilikan satu atau lebih aset dari dana yang sudah ada, yang telah mencapai atau mendekati akhir masa operasinya. Tujuan utamanya adalah memungkinkan pengelola dana (general partners/GPs) tetap mengelola aset yang menjanjikan, sambil memberikan opsi likuiditas kepada investor sebelumnya (limited partners/LPs) yang ingin keluar.






Leave a Reply