Grab Dikabarkan Berencana Akuisisi Gojek di Kuartal Ini, GoTo Sisakan Unit Finansial

1–2 minutes
Penggabungan Grab dan Gojek akan menjadikannya sebagai perusahaan ride-hailing paling berpengaruh di Indonesia / GoTo

Grab dikabarkan tengah merencanakan akuisisi atas pesaingnya, Gojek sebagai unit ride hailing GoTo, pada kuartal kedua tahun ini. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber Reuters yang mengetahui langsung proses ini.

Grab disebut telah menunjuk penasihat untuk menangani rencana transaksi tersebut. Namun, kesepakatan ini masih bergantung pada sejumlah persyaratan, termasuk aspek pendanaan yang tengah dibicarakan dengan pihak bank.

Menurut salah satu sumber, nilai akuisisi GoTo diperkirakan mencapai sekitar US$7 miliar. Saat ini, kapitalisasi pasar GoTo mencapai sekitar US$5,8 miliar setelah mengalami kenaikan harga saham hingga 20% sejak awal tahun 2025. Sementara itu, Grab memiliki kapitalisasi pasar hampir US$20 miliar.

Dalam skema akuisisi ini, GoTo disebut akan melepas seluruh operasinya di Indonesia kecuali divisi layanan keuangan. Selain itu, GoTo juga akan menjual unit internasionalnya kepada Grab. Meski demikian, kedua perusahaan belum mencapai kesepakatan final dan proses negosiasi masih berlangsung.

Rencana merger antara Grab dan GoTo sebenarnya telah beberapa kali muncul ke publik selama beberapa tahun terakhir, tetapi selalu terhambat oleh kekhawatiran persaingan usaha. Penggabungan keduanya akan menciptakan raksasa yang menguasai sekitar 85% pasar transportasi online di Asia Tenggara.

Persaingan Industri Transportasi Online di Indonesia

Meskipun Grab dan GoTo mendominasi pasar transportasi online di Indonesia, beberapa pemain lain turut meramaikan industri ini:

  • Maxim: Perusahaan asal Rusia ini telah memperluas layanannya ke lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia, menawarkan alternatif layanan transportasi dengan harga kompetitif.
  • inDriver: Platform ini memungkinkan pengguna untuk menawar tarif perjalanan secara langsung dengan pengemudi, memberikan fleksibilitas harga bagi konsumen.
  • Zendo: Layanan transportasi berbasis komunitas yang diluncurkan oleh Muhammadiyah, menawarkan pemesanan melalui WhatsApp dan beroperasi di lebih dari 70 kota dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan.
  • Xanh SM: Perusahaan asal Vietnam ini mulai beroperasi di Indonesia dengan armada taksi listrik, menawarkan layanan ramah lingkungan di Jakarta dan berencana ekspansi ke Bali.
  • Lalamove: Fokus pada layanan logistik dan pengiriman barang, Lalamove menjadi alternatif bagi pengguna yang membutuhkan jasa pengiriman cepat dan efisien.

Kehadiran para pemain ini menunjukkan bahwa meskipun pasar didominasi oleh dua raksasa, masih terdapat ruang bagi perusahaan lain untuk bersaing dengan menawarkan layanan yang unik dan inovatif.

–

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending