Berawal dari aplikasi konten on-demand berbentuk podcast, Inspigo kini berkembang menjadi platform pembelajaran terpadu yang membantu pengguna mengasah soft-skill untuk mencapai potensi karier. Sejak memantapkan model B2B pada 2020, layanan Inspigo terus berkembang hingga yang terbaru mereka mulai memperkenalkan Inspigo AI.
DailySocial berkesempatan berbincang dengan Co-Founder & CEO Inspigo Tyo Guritno untuk mendalami berbagai inisiatif terbaru perusahaan.
Dari podcast ke konten pembelajaran
Merujuk pada laporan We Are Social di tahun 2024, Indonesia berada di posisi kedua negara yang paling sering mendengarkan podcast — angkanya setara 38,2% dari total pengguna internet atau sekitar 84,6 juta pengguna. Tyo pun berpendapat, bahwa podcast terus berkembang menjadi salah satu media yang digemari dalam ekosistem konten digital Indonesia.
“Sebagai bagian dari Inspigo, podcast memberikan keunggulan dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang santai dan pasif, menciptakan pengalaman belajar yang lebih ringan dan menyenangkan,” ujarnya.

Podcast juga berhasil dijadikan sebagai ‘pintu masuk’ untuk menciptakan dampak nyata bagi Inspigo, dalam hal ini kaitannya dengan pembelajaran. Dengan menghadirkan narasumber pilihan, podcast Inspigo berhasil menjadi media yang mendongkrak awareness dan engagement — berdampak langsung pada kuantitas unduhan aplikasi hingga penggunaan layanan mereka.
Untuk merealisasikan visi menciptakan pembelajaran yang benar-benar mampu meningkatkan performa profesional, Inspigo menilai konten pasif saja tidak cukup. Lantas Inspigo menerapkan framework 10:20:70, yang terdiri dari:
- 10% berfokus pada akuisisi ilmu melalui konten on-demand.
- 20% melalui simulasi berbasis AI Roleplay.
- 70% adalah implementasi di dunia nyata dengan bimbingan AI Mentor.
“Konten pembelajaran harus terintegrasi dengan teknologi interaktif yang dapat membantu pengguna mengimplementasikan apa yang mereka pelajari. Inilah alasan kami terus mengembangkan pendekatan berbasis AI yang mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, personal, dan berdaya guna,” ujarnya.
Inspigo AI Roleplay diluncurkan
Dengan tujuan menciptakan simulasi bagi pembelajar, Inspigo AI Roleplay diluncurkan untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih realistis dan relevan. Pembelajar bisa mengasah kemampuan sembari melihat situasi serupa dalam pekerjaan.
Layanan ini sudah tersedia untuk publik dalam berbagai skenario simulasi yang dapat diakses melalui https://ai.inspigo.id.
“Dalam proses mengasah skill menggunakan AI Roleplay, pengguna akan mendapatkan peran dan instruksi yang harus dijalankan. Setelah Roleplay selesai, pengguna akan mendapatkan evaluasi berupa umpan balik dan rencana perbaikan untuk memastikan pembelajaran yang berdampak. Di sisi lain, AI Mentor memberikan panduan personal untuk menyelesaikan tantangan di tempat kerja. Perusahaan juga dapat melatih AI kami dengan informasi internal mereka, menjadikannya lebih relevan dan kontekstual,” jelas Tyo.
Inspigo meyakini, bahwa pemberdayaan AI dalam pembelajaran bisa membawa pengalaman belajar ke tingkatan yang lebih baru. Dari sisi interaktivitas, simulasi yang dihadirkan bisa mengasah soft-skill secara lebih mendalam. Penerapan AI dalam mentor juga bisa digunakan untuk personalisasi pembelajaran — bimbingan yang spesifik. Dan AI juga dinilai bisa memberikan efisiensi dalam proses pembelajaran itu sendiri.
“AI Mentor dirancang untuk memberikan pendampingan yang benar-benar personal. Setiap rekomendasi atau umpan balik disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna. Dengan teknologi AI yang mampu memproses data dan konteks secara mendalam, kami memastikan bahwa pengguna mendapatkan solusi yang tepat secara cepat. Pendekatan ini memaksimalkan efisiensi dan relevansi pembelajaran dibandingkan dengan model konvensional,” imbuh Tyo.
Ia menambahkan, “Market utama kami adalah perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan soft-skills karyawannya—mulai dari negosiasi, manajemen konflik, hingga keterampilan presentasi. Dengan AI Roleplay, pembelajaran menjadi lebih mendalam, terarah, dan dapat membantu karyawan membangun kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan kerja sehari-hari,” tambah Tyo.
Peluang ekspansi di luar Indonesia
Inspigo memiliki roadmap yang fokus untuk terus mendukung profesional dalam mencapai performa terbaiknya. Ada beberapa fitur baru yang sedang dikembangkan dan akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Selain itu, dengan integrasi Generative AI, Tyo dan tim melihat peluang besar untuk ekspansi pasar ke luar Indonesia. Fokusnya pada pembelajaran berbasis AI yang membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan global, terutama karena pemain di sektor ini masih terbatas.
“Tahun 2025 ini, kami siap membawa Inspigo ke panggung global, menciptakan dampak yang lebih luas dalam dunia pembelajaran,” tutup Tyo.






Leave a Reply