Langkah Adaptif Lintasarta Bawa Indonesia Lebih Siap Bersaing di Era AI

7–10 minutes

Di pertengahan Agustus 2025 ini, lebih dari 400 insinyur kecerdasan artifisial (AI) muda berkumpul di Jakarta untuk merayakan kelulusan mereka. Bukan sekadar wisuda biasa, acara Graduation Laskar AI 2025 tersebut menandai lahirnya ratusan talenta AI lokal hasil didikan program beasiswa intensif yang digagas oleh Lintasarta. Para lulusan yang dijuluki “pasukan siap tempur” ini dinilai siap diserap sebagai tenaga ahli di berbagai sektor bisnis yang tengah bersiap melakukan transformasi digital dengan AI.

Seorang pembicara pria berdiri di depan podium, mengangkat tangan dengan semangat selama acara Graduation Laskar AI 2025, dikelilingi oleh latar belakang yang berwarna cerah dan bertema teknologi.
Presiden Direktur & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena saat membawakan speech di depan para lulusan program Laskar AI 2025 / Doc. Lintasarta

Gagasan melahirkan talenta AI lokal bukan tanpa alasan. Genap berusia 37 tahun sebagai perusahaan IT di Indonesia, Lintasarta kini telah berevolusi dari penyedia layanan ICT konvensional menjadi “AI Factory” yang berperan strategis melahirkan inovasi AI lokal. Transformasi ini sejalan dengan tekad mewujudkan kedaulatan digital bangsa, yang mengharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi sesuai kebutuhan lokal. 

Jalan panjang hingga menjadi AI Factory

Sejak berdiri di tahun 1988, Lintasarta telah tumbuh menjadi mitra teknologi andal bagi ribuan bisnis, dengan fokus layanan “4C”, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Memasuki usianya yang ke-37, perusahaan menegaskan misinya untuk melampaui peran tradisionalnya sebagai penyedia layanan TIK. Di bawah tema “3reakthrough 7ourney”, Lintasarta merayakan perjalanan inovasi sambil mengemban visi baru: mendorong transformasi digital yang inklusif dan mempercepat adopsi AI di tingkat nasional. Kini sebagai bagian dari ekosistem Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Lintasarta mentransformasi diri menjadi AI Factory untuk bertekad berada di garda depan pemanfaatan AI yang aman dan terintegrasi untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Melihat dari sejarahnya, Lintasarta memang dikenal sebagai perusahaan yang cukup adaptif terhadap dinamika pasar dan perkembangan teknologi. Sejak didirikan, perusahaan ini telah bertransformasi dari pengembang aplikasi perbankan dan penyedia jaringan komunikasi menjadi pemimpin solusi digital terpadu di berbagai sektor.

Sejumlah orang berdiri bersama di depan backdrop acara Lintasarta, menunjukkan tanda tangan 'L'. Beberapa orang mengenakan pakaian tradisional dan modern, dengan meja berisi hidangan di depan mereka.
Jajaran BOD Lintasarta dalam perayaan HUT perusahaan ke-37  / Doc. Lintasarta

Lintasarta telah hadir di 55 kota di seluruh Indonesia, mengelola puluhan ribu koneksi jaringan dan infrastruktur serat optik, memastikan layanan TIK andal bagi lebih dari 2.474 pelanggan korporat. Dan kini visi Lintasarta membangun platform AI nasional. Peran sebagai AI Factory diharapkan menjadikan Lintasarta motor penggerak inovasi AI lokal,  mulai dari penyediaan infrastruktur GPU Merdeka (layanan AI supercomputing cloud pertama di Indonesia) hingga pengembangan talenta dan ekosistem AI. 

“Inisiatif ini merupakan langkah nyata memperkuat kedaulatan digital nasional, agar kita tidak hanya menjadi pasar, tetapi produsen teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan panduan yang berlaku.”

President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena

Mengakselerasi adopsi AI untuk kemandirian teknologi

Untuk menuju cita-citanya menjadi “AI Factory”, Lintasarta menghadirkan sejumlah inisiatif, salah satunya bertajuk Gerakan AI Merdeka. Diluncurkan pertama kali pada akhir 2024, AI Merdeka adalah gerakan kolaboratif antara Indosat, Lintasarta, dan mitra global yang bertujuan mempercepat adopsi teknologi AI demi mendukung visi Indonesia Emas 2045. Mengusung tema “Accelerating AI Adoption for Indonesia Emas 2045”, gerakan ini memiliki dua fokus utama: (1) pengembangan talenta digital unggul, (2) dan mendorong lahirnya solusi AI inovatif karya anak bangsa. 

“Peluncuran AI Merdeka menandai tonggak penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan digital global,” ujar Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, seraya menegaskan bahwa dukungan Lintasarta sebagai AI Factory IOH dengan teknologi canggih para mitra akan memperkuat kedaulatan AI Indonesia serta membuka peluang besar bagi kemajuan bangsa.

Gerakan AI Merdeka pada praktiknya diwujudkan dalam beberapa program strategis. Pertama, Laskar AI, yakni program beasiswa dan pelatihan intensif untuk mencetak generasi profesional AI masa depan di bidang machine learning dan data science. Kedua, Semesta AI, sebuah program akselerator untuk perusahaan rintisan (startup) dan pengembang perangkat lunak (ISV) lokal berbasis AI. Kedua program inti ini diperkuat oleh penyediaan infrastruktur GPU Merdeka, superkomputer AI berbasis awan hasil kolaborasi Lintasarta dan NVIDIA. Dengan kombinasi inisiatif tersebut, AI Merdeka tidak hanya mempercepat adopsi AI, tetapi juga memberikan dukungan konkret kepada ekosistem.

Di sisi lain, Lintasarta memandang AI Merdeka sebagai upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berdampak luas. Program ini selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) nasional, khususnya tujuan nomor 9 tentang peningkatan industri, inovasi, dan infrastruktur. Dengan mendorong penguasaan AI di tingkat lokal, Lintasarta berharap Indonesia dapat menguasai teknologi kunci masa depan dan tidak bergantung sepenuhnya pada solusi impor

Melahirkan ratusan insinyur AI siap kerja

Salah satu ujung tombak AI Merdeka adalah program Laskar AI. Program ini pertama kali dibuka pada November 2024 dan berhasil menarik minat luar biasa dengan lebih dari 13 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia. Setelah proses seleksi ketat, terpilih 657 peserta yang terdiri dari 547 mahasiswa dan fresh graduate dari 197 kampus serta 110 profesional dan dosen dari 70 institusi untuk mengikuti bootcamp intensif yang dimulai per Februari 2025. 

Laskar AI didesain sebagai training camp komprehensif selama hampir satu semester; bagi mahasiswa setara dengan 958 jam pembelajaran, sedangkan profesional menjalani 626 jam pelatihan. Kurikulum disusun berbasis kebutuhan industri dengan metode project-based learning, yang mana peserta digembleng dengan keterampilan pemrograman, pengolahan data, machine learning, hingga pengembangan solusi AI end-to-end menggunakan kasus nyata.

Diskusi panel mengenai masa depan talenta AI di Indonesia, dengan tiga pembicara dan audiens yang memperhatikan.
Kick-off program Laskar AI bersama Dicoding selaku mitra strategis Lintasarta  / Doc. Lintasarta

Nilai unik lain dari Laskar AI adalah fokus pada outcome nyata bagi lulusannya. Sepanjang program, tiap peserta mahasiswa wajib menuntaskan proyek akhir (Capstone Project) berdurasi ~250 jam. Hasilnya, terkumpul lebih dari 100 portofolio proyek AI original; bahkan 13 proyek di antaranya diakui oleh kampus asal peserta sebagai pengganti skripsi. Hal ini menunjukkan kualitas materi dan pengalaman yang diperoleh peserta sangat relevan dengan kebutuhan akademik maupun industri. 

Puncaknya, pada Agustus 2025, Lintasarta resmi meluluskan 412 AI engineer siap kerja dari Laskar AI angkatan pertama. Para lulusan terbaik ini langsung ditawarkan peluang berkarier, baik di Lintasarta sendiri, pada mitra strategis grup Indosat, maupun disalurkan ke perusahaan lintas sektor yang membutuhkan talenta AI. Tak kalah penting, Laskar AI dirancang inklusif dan berkesinambungan. Program ini memberi peluang bagi talenta dari berbagai daerah, termasuk kota-kota kecil, serta mendorong partisipasi perempuan dan kelompok difabel di bidang teknologi. Hasilnya, 28% dari total lulusan Laskar AI 2025 adalah perempuan, capaian ini diklaim jauh melampaui rata-rata nasional keterwakilan perempuan di bidang STEM yang hanya sekitar 12%.

“Melalui Laskar AI, kami tak hanya membuka akses pendidikan berkualitas, tetapi juga menjembatani talenta terbaik Indonesia menuju peluang kerja nyata di sektor digital,” ujar Bayu.

Lintasarta meyakini kelulusan ratusan talenta AI lokal ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan SDM digital berdaya saing global. Ke depan, program Laskar AI akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari gerakan AI Merdeka, bersama inisiatif lain seperti Semesta AI dan berbagai use case AI lokal, guna menjadikan Indonesia pemain utama di era kecerdasan artifisial.

Semesta AI: Akselerator Startup untuk Solusi AI Lokal

Jika Laskar AI berfokus pada mencetak individu ahli AI, maka Semesta AI menyasar aspek hilir ekosistem, yakni mendukung lahirnya solusi AI lokal melalui perusahaan rintisan (startup). Semesta AI 2025 diluncurkan resmi pada Juli 2025 sebagai program akselerasi bagi startup dan Independent Software Vendor (ISV) berbasis AI di Indonesia. Tujuan besarnya adalah membangun ekosistem AI nasional yang berdaulat, inklusif, dan berdampak luas bagi perekonomian digital Indonesia. 

Lintasarta berkolaborasi dengan NVIDIA (melalui program global NVIDIA Inception) untuk mendorong kemandirian teknologi nasional lewat pemberdayaan startup dan pengembangan solusi AI buatan lokal.

Program akselerator ini memberikan pendampingan intensif satu-satu oleh para profesional AI, membantu startup membangun pilot project bersama, serta membuka akses ke infrastruktur AI kelas dunia. Setiap peserta terpilih memperoleh voucher pemakaian GPU Merdeka senilai hingga USD15.000 untuk menunjang pengembangan produk mereka. Tak hanya itu, Lintasarta juga menjembatani para startup binaan dengan lebih dari 2.300 pelanggan korporat dalam jaringannya, membuka peluang kolaborasi bisnis dan percepatan adopsi pasar bagi solusi AI yang dikembangkan.

Sejak pendaftaran dibuka akhir 2024, tercatat 155 startup dari berbagai daerah yang mendaftar. Setelah melalui seleksi ketat, terpilih 20 startup untuk mengikuti program mentoring intensif selama beberapa bulan, sementara 30 startup lainnya mendapatkan pendampingan teknis dan akses terbatas ke sumber daya AI. Dengan demikian total 50 tim startup memperoleh manfaat dari gelombang pertama Semesta AI. Fokus utama mereka adalah mengembangkan solusi AI yang applicable di kehidupan nyata, baik di sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, manufaktur, hingga kreatif. 

Menuju kedaulatan digital bangsa di era kecerdasan artifisial

Perjalanan 37 tahun Lintasarta menunjukkan visi jangka panjang dalam mendukung transformasi digital Indonesia. Inisiatif seperti Laskar AI dan Semesta AI ibarat dua sisi mata uang: satu sisi mencetak SDM unggul AI, sisi lain mendorong inovasi AI lokal. Kedua upaya ini dipersatukan dalam kerangka AI Merdeka yang bertujuan akhir membangun kedaulatan teknologi bangsa. Artinya, Indonesia diharapkan mampu mandiri dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi AI sesuai kebutuhan nasional, tanpa sepenuhnya bergantung pada impor talent maupun produk asing.

Panel diskusi dalam acara AI Merdeka, menampilkan berbagai pembicara dan presentasi tentang inisiatif Laskar AI dan Semesta AI, dengan latar belakang layar informasi mengenai pengembangan ekosistem AI di Indonesia.
AI Merdeka sebagai kerangka inisiatif penguatan ekosistem AI lokal  / Doc. Lintasarta

Memang, tantangan pengembangan AI di tanah air masih banyak, mulai dari gap keterampilan digital, keterbatasan riset, hingga minimnya investasi pada tahap awal. Namun, langkah progresif Lintasarta membina talenta dan perusahaan rintisan AI lokal patut diapresiasi sebagai game changer. Dari ratusan lulusan Laskar AI yang kini siap bertugas, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru atau implementasi AI di berbagai industri, meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara eksponensial. 

“Dengan AI, produktivitas manusia bisa meningkat bukan sekadar 10-20%, tapi bisa 100 sampai 1.000 kali lipat lebih baik daripada satu orang tanpa AI,” kata Bayu menggambarkan potensi dampak AI. 

Pernyataan ini menggarisbawahi kenapa pembangunan kapasitas AI domestik sangat krusial: AI akan menjadi pengungkit kemajuan di segala sektor, dan bangsa yang menguasainya akan melesat jauh ke depan.

Sebagai penutup, 37 tahun breakthrough journey Lintasarta telah mengajari kita bahwa inovasi teknologi harus disertai visi pemberdayaan. Dari membangun jaringan konektivitas, kini Lintasarta membangun jaringan talenta dan inovator. Hasilnya bukan hanya keuntungan bisnis semata, tetapi sebuah ekosistem digital yang lebih mandiri. Kemandirian teknologi (tech sovereignty) ini pada akhirnya bermuara pada kedaulatan digital bangsa, di mana Indonesia mampu menentukan arahnya sendiri dalam lanskap persaingan AI global. Dengan terus bergulirnya program Laskar AI, Semesta AI, dan inisiatif AI Merdeka, asa tersebut kian nyata: breakthrough talent lokal siap membawa Indonesia memasuki era emas digital dengan percaya diri dan kemandirian penuh.

Trending