Merinci Laporan Keuangan Bukalapak H1 2025, Kinerja Membaik Meski Tanpa Marketplace

2–3 minutes
Segmen gaming jadi penopang pendapatan utama Bukalapak / Bukalapak

Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis PT Bukalapak.com Tbk (IDX: BUKA), perusahaan berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih positif setelah tahun sebelumnya rugi. Hal ini menarik, pasalnya pertumbuhan ini tetap bisa diraih meski tanpa lini marketplace yang sebelumnya menjadi model bisnis utama Bukalapak.

Neraca perusahaan juga relatif terjaga dengan posisi kas yang kuat dan liabilitas rendah. Peningkatan pendapatan umumnya didorong efisiensi beban penjualan dan pemasaran, serta pemulihan nilai investasi.

Berikut ini ikhtisar laporan keuangan Bukalapak untuk semester pertama (H1) 2025:

Kinerja Keuangan (6 Bulan Pertama 2025 vs 2024)

  • Pendapatan Neto: Rp 3,09 triliun (naik dari Rp 2,41 triliun di 1H24).
  • Laba (Rugi) Usaha: Laba Rp 58,18 miliar (membaik dari rugi Rp 1,24 triliun di 1H24).
  • Laba Bersih: Rp 467,12 miliar (positif, dibanding rugi Rp 747,8 miliar pada 1H24).
  • Laba per Saham (Basic EPS): Rp 4,50 (vs rugi Rp 7,29 di 1H24).
  • Laba atas Nilai Investasi: Rp 243,22 miliar (dibanding rugi investasi Rp 1,32 triliun di 1H24).

2. Posisi Keuangan

  • Total Aset: Rp 24,07 triliun (turun dari Rp 24,80 triliun di akhir 2024).
  • Kas & Setara Kas: Rp 17,17 triliun (naik signifikan dari Rp 11,23 triliun).
  • Total Liabilitas: Rp 717,6 miliar (turun dari Rp 1,09 triliun).
  • Total Ekuitas: Rp 23,35 triliun (stabil dibanding Rp 23,70 triliun).

3. Arus Kas

  • Arus Kas dari Operasi: Positif Rp 9,9 miliar (turun dibanding Rp 105,8 miliar di 1H24).
  • Arus Kas Investasi: Positif Rp 6,70 triliun (vs negatif Rp 6,00 triliun di 1H24) – didorong pelepasan investasi.
  • Arus Kas Pendanaan: Negatif Rp 786,7 miliar (terdapat buyback saham senilai Rp 768,9 miliar).

4. Perubahan Ekuitas

  • Terjadi pembelian kembali saham (treasury stock) sebesar Rp 768,9 miliar.
  • Laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp 472,9 miliar.

Performa Buakalapak di Q2 2025

Bukalapak juga melaporkan kinerja keuangan kuartal II (Q2) 2025 dengan hasil yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan perbaikan laba bersih. Spesifik di Q2 2025, membukukan pendapatan Rp1,6 triliun, naik 12% dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai Rp1,5 triliun.

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyebutkan bahwa hasil ini mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis yang dijalankan dalam beberapa kuartal terakhir. “Momentum positif yang tercipta sejak awal tahun terus berlanjut, dengan struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan produktif,” ujarnya.

EBITDA yang disesuaikan tercatat minus Rp14 miliar, membaik 30% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar minus Rp20 miliar. Jika digabungkan dengan pendapatan bunga bersih, EBITDA yang disesuaikan dan net interest income berada di posisi positif Rp201 miliar.

Laba bersih perusahaan melonjak 218% menjadi Rp355 miliar, didorong penurunan beban umum dan administrasi serta kenaikan nilai investasi.

Hingga 30 Juni 2025, BUKA mencatat total kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp18,5 triliun. Dana tersebut ditempatkan pada instrumen likuid seperti deposito, obligasi pemerintah, dan reksa dana, memberikan fleksibilitas untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Segmen Gaming Jadi Kontributor Utama

Segmen Gaming mencatatkan pendapatan Rp1,36 triliun atau naik 24% dibandingkan kuartal sebelumnya. Segmen Investment juga meningkat 13% menjadi Rp14 miliar dengan margin kontribusi di atas 30%. Sementara itu, segmen Retail berhasil mempertahankan margin kontribusi 27,6% pada periode ini.

“Gaming kini menjadi salah satu kekuatan utama dalam ekosistem kami. Bersama Mitra Bukalapak, Retail, dan Investment, seluruh segmen bisnis memiliki peran strategis yang saling mendukung,” ujar Victor.

Selengkapnya tentang kinerja tiap lini bisnis Bukalapak untuk periode H1 2025:

Segmen BisnisPendapatan Neto (dalam jutaan Rupiah)Hasil Segmen (dalam jutaan Rupiah)Catatan
Gaming2.461.20213.255Menjadi kontributor terbesar pendapatan.
Online-to-Offline447.682(35.203)Masih mencatat rugi segmen.
Investasi26.492(11.866)Berasal dari jasa platform investasi.
Ritel195.211(20.305)Meliputi penjualan produk fisik dan jasa logistik.
Korporat24.211(86.503)Beban korporat dan biaya bersama, sebagian di-offset dengan laba investasi Rp 55,5 miliar.
Total Konsolidasi3.087.12658.181Perusahaan membukukan laba usaha positif.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading