Startup pengembang platform skoring kredit, Skor Technologies, berhasil mengamankan pendanaan pra-seri A sebesar $6,2 juta atau setara Rp100,8 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh Argor Capital, dengan partisipasi dari QED Investors dan Saison Capital, sehingga total pendanaan perusahaan kini melampaui US$12 juta.
Pendanaan terbaru ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan operasional, memperluas tim, serta mempercepat distribusi produk andalannya, Skorcard. Perusahaan juga telah merekrut beberapa tokoh penting, termasuk merekrut Kush Srivastava sebagai co-founder, ia berpengalaman sebagai pemimpin senior di bidang fintech dan analisis data.
Sejak Maret 2024, Skor Technologies mengalihkan fokusnya dengan meluncurkan Skorcard, sebuah kartu kredit digital, melalui kemitraan dengan Bank Mayapada Internasional. Produk ini hadir untuk mengatasi rendahnya penetrasi kartu kredit di Indonesia yang saat ini hanya mencapai kurang dari 3%. Angka ini jauh di bawah Thailand (8%) dan Malaysia (20%).
Sebelumnya mereka debut dengan aplikasi SkorLife untuk membantu mengedukasi konsumer dalam meningkatkan skor kreditnya agar bisa menjangkau layanan finansial seperti pinjaman, KPR, dan lainnya.
Ke depan, perusahaan fintech yang berbasis di Jakarta ini menargetkan untuk mendukung distribusi hingga 2 juta kartu kredit digital pada tahun 2025, sebagai bagian dari strategi ekspansi mereka.
Sebelumnya perusahaan mendapatkan pendanaan pra-awal pada September 2022 senilai $2,2 juta dengan partisipasi AC Ventures, Saison Capital, dan sejumlah investor. Kemudian pada Mei 2023 dilanjutkan putaran pendanaan awal senilai $4 juta atau lebih dari Rp59,5 miliar dipimpin oleh Hummingbird Ventures. Turut berpartisipasi dalam putaran ini investor baru QED Investors, serta investor terdahulu AC Ventures dan Saison Capital.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply