Pengembang Layanan Upskilling Sarana AI Klaim Pertumbuhan dan EBITDA Positif

1–2 minutes
Sarana AI miliki platform "Merdeka" sediakan berbagai macam kursus dan pembinaan dengan AI / Unsplash

Sarana AI, startup pengembang platform upskilling, mengklaim telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan berulang tahunan (ARR) sebesar 300x lipat dan berhasil mencetak keuntungan EBITDA dalam delapan bulan pertama operasionalnya. Pencapaian ini diraih dengan tim ramping berisi sebelas orang.

Didirikan oleh Naufal Aktsa Efendy, Sarana AI ingin menghadirkan solusi atas tantangan produktivitas dan kesinambungan operasional di berbagai industri. Sejak debut, mereka telah melebarkan sayap ke delapan sektor utama, mulai dari layanan keuangan, kesehatan, properti, makanan dan minuman, hingga sektor publik dan organisasi nirlaba.

Alih-alih menggantikan manusia, Sarana AI mengedepankan pendekatan augmentasi, yakni mentransformasikan pengetahuan individu menjadi sistem terstruktur yang mendukung efisiensi, kesinambungan, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Pendekatan ini dinilai relevan bagi industri tradisional yang rentan kehilangan memori institusional.

Sebelumnya Sarana AI telah didukung investor tahap pra-awal seperti Toto Sugiri (CEO DCI Indonesia) dan Sutjahyo Budiman dari Sarana Pactindo.

Merdeka: Platform AI untuk Ekosistem Talenta Indonesia

Sebagai bagian dari visinya membangun ekosistem talenta digital nasional, Sarana AI meluncurkan Merdeka. Platform ini dirancang untuk mempercepat pembelajaran, rekrutmen, dan pengembangan karier berbasis AI. Pengguna dapat mengakses fitur seperti:

  • Upskill: Mengikuti kursus dan pelatihan berbasis AI untuk meningkatkan keterampilan.
  • Jobs: Menemukan peluang kerja yang sesuai dengan profil dan minat.
  • Test Prep: Mempersiapkan diri untuk tes dan sertifikasi dengan bantuan AI.
  • Kamila: Asisten AI yang membantu dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri.

Sarana AI juga meluncurkan Sarana Camp, program pelatihan AI untuk siswa SMK terpilih di Indonesia. Program ini terinspirasi dari Bali Camp dan model engineering Palantir, menawarkan pelatihan berbayar serta penempatan kerja bagi lulusan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Sarana AI dalam membangun ekosistem AI nasional secara berkelanjutan.

Aktsa menyampaikan visi jangka panjang perusahaan dengan moto Mens et Machina — pikiran dan mesin. “AI seharusnya tidak mendehumanisasi pekerjaan, tapi mengembalikan manusia ke peran terbaiknya: penilaian, kreativitas, dan kepemimpinan.”

Sarana AI ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya bisa mengikuti tren AI global, tetapi juga menjadi pelopornya. Dengan talenta lokal, daya tahan, dan pendekatan teknologi yang bijak, masa depan AI Indonesia tengah dibentuk—dan Sarana AI memilih menjadi bagian terdepannya.

–

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending