Perkembangan Kasus eFishery: ex-CEO Bantah Manipulasi; Dana Investor Pulih Kurang dari 10%

2–3 minutes
Investigasi terhadap dugaan fraud eFishery masih berlanjut / eFishery

Proses investigasi dan rekonsiliasi eFishery masih terus berlanjut, buntut dari kasus fraud yang mulai mengemuka akhir tahun 2024 lalu. Setelah sekian lama bungkam, Co-Founder & ex-CEO eFishery Gibran Huzaifah, berkenan memberikan pernyataan ke media. Kepada Katadata, ia mengatakan: “tidak ada penggelapan dana dan tidak ada dual reporting.”

Sangat padat dan tegas, seolah-olah menangkal semua tuduhan dan klaim hasil investigasi yang sebelumnya dituduhkan.

Kami pun sempat beberapa kali memberikan kesempatan kepada Gibran untuk memberikan pernyataan, menceritakan dari sudut pandangnya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun ia menolak karena terikat perjanjian kerahasiaan dan kesepakatan untuk tidak boleh membeberkan ke media.

“Saya unfortunately binded by confidentiality nih, termasuk nggak boleh cerita ke media. Padahal mah pengen banget kasih tau yang sebenernya gimana,” ujar Gibran melalui pesan singkat ke tim DailySocial.

Investigasi FTI Consulting membawa temuan baru

Di sisi lain, kendali FTI Consulting masih terus berlanjut setelah ditunjuk dewan pemegang saham untuk melancarkan proses investigasi.

Kabar terbaru yang diberitakan Bloomberg, para investor eFishery termasuk SoftBank Group dan Temasek Holdings, menghadapi potensi kerugian besar. Berdasarkan dokumen terbaru, investor kemungkinan hanya dapat memulihkan kurang dari 10% dari total investasi mereka.

Sebuah laporan dari FTI Consulting Singapore menyebutkan bahwa eFishery saat ini “tidak layak secara komersial” dan merekomendasikan pembubaran sebagian dari bisnisnya. Startup yang dulunya bernilai US$1,4 miliar ini kini menghadapi masa depan yang suram setelah mengumpulkan dana US$315 juta dari lima putaran pendanaan.

Masih dari sumber yang didapatkan Bloomberg, hingga pertengahan Februari 2025 eFishery masih memiliki US$50 juta dalam bentuk cadangan kas, tetapi jumlah ini diperkirakan akan terus menyusut tanpa restrukturisasi yang efektif. Bahkan dalam skenario terbaik, investor hanya dapat memperoleh kembali 9,5 sen per dolar, dan dalam skenario pesimistis, jumlahnya turun menjadi 8,3 sen per dolar.

Investigasi lebih lanjut mengungkapkan adanya masalah pada metode pembiayaan yang digunakan eFishery. Perusahaan yang dikenal dengan inovasi di sektor akuakultur ini membantu petani memperoleh pinjaman, tetapi mengalami kerugian besar akibat tingginya tingkat gagal bayar. Sekitar 76% dari US$68 juta dalam piutang perusahaan kini dikategorikan sebagai utang buruk dengan keterlambatan lebih dari 60 hari.

Selain itu, eFishery juga mengalami kesulitan operasional dan teknologi. Meskipun mengklaim sebagai penyedia teknologi perikanan berbasis digital, banyak operasionalnya masih bergantung pada proses manual. Salah satu contoh yang disorot dalam laporan adalah sensor PondTag yang dijanjikan kepada investor, tetapi ternyata tidak pernah digunakan secara luas.

Leave a Reply

Trending