Komerce, startup e-commerce enabler untuk UMKM berbasis di Purbalingga, Jawa Tengah, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% pada tahun 2024. Prestasi ini menjadi sorotan di tengah situasi “tech winter” yang memaksa banyak startup mengalami kesulitan finansial hingga tutup operasional. Dengan tim ramping berjumlah 100 orang, Komerce tetap mempertahankan profitabilitas dan efisiensi operasional.
Memasuki tahun 2025, Komerce berencana mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam rangka mempercepat dan menyederhanakan operasional UMKM. Langkah ini diyakini mampu membantu UMKM di seluruh Indonesia berkembang lebih cepat dan efisien.
Strategi Pertumbuhan dan Ketahanan di Tengah Tekanan Pasar
Pada 2024, Komerce berhasil mengatasi tantangan ekosistem teknologi dengan beberapa strategi utama:
- Ketahanan Operasional: Menjaga profitabilitas meski menghadapi tantangan pasar dengan kinerja luar biasa dari tim kecil namun solid.
- Adopsi Solusi Terpadu: Sinergi lintas produk seperti Komship (logistik), Komcards (pembayaran), Komplace (manajemen omnichannel), dan Kompack (pergudangan) membantu UMKM menyederhanakan operasional e-commerce mereka.
- Fokus pada Fundamental: Disiplin dalam pengelolaan biaya dan penyempurnaan produk sesuai kebutuhan pasar membuat Komerce tetap stabil.
“Di tengah lingkungan yang sulit, kami membuktikan bahwa ketahanan dan fokus pada penyelesaian tantangan nyata pelanggan dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Pertumbuhan 25% yang kami raih menegaskan kekuatan tim dan solusi kami,” ujar Co-Founder & CEO Komerce, Nofi Bayu Darmawan.
Tahun 2025: Revolusi Operasional UMKM dengan AI
Komerce mengumumkan rencana penerapan teknologi berbasis AI untuk memberdayakan UMKM. Fokus utama adalah otomatisasi tugas-tugas operasional, termasuk penjualan dan komunikasi pelanggan melalui WhatsApp, yang menjadi andalan banyak UMKM di Indonesia.
Beberapa kemampuan utama AI yang akan dihadirkan:
- Otomatisasi Penjualan: Menggantikan agen manusia dalam interaksi pelanggan, mulai dari menyapa, menghitung ongkos kirim, memproses pesanan, hingga pengelolaan pengambilan barang oleh kurir.
- Efisiensi untuk UMKM: Mengurangi beban kerja manual, sehingga sangat membantu UMKM di kota-kota tingkat dua yang memiliki keterbatasan sumber daya.
“Solusi AI kami akan membantu UMKM bekerja lebih efisien, menghemat waktu dan biaya, serta memungkinkan mereka fokus pada pertumbuhan bisnis,” tambah Nofi.
Dengan potensi pasar sebesar 17 juta penjual online di Indonesia, Komerce berkomitmen memperkuat posisinya sebagai pemimpin layanan e-commerce bagi UMKM. Didukung oleh investor seperti Achmad Zaky dan 500 Global, Komerce kini tengah menggalang pendanaan Pre-Series A untuk mempercepat inovasi produk dan adopsi pasar.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply