SC Ventures Resmikan Aplikasi Labamu, Bantu UMKM Kelola Bisnis

2–3 minutes
(tengah) CEO Labamu Emmanuel Van De Geer / SC Ventures

SC Ventures, lengan investasi sekaligus venture builder bank Standard Chartered, resmi meluncurkan Labamu, platform faktur dan penagihan yang dirancang untuk mendukung kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar Asia Pasifik, dimulai dari Indonesia. Aplikasi ini sejatinya sudah ada di Playstore sejak tahun lalu, namun baru diluncurkan awal tahun ini.

Pengembangan aplikasi ini dilatarbelakangi data UMKM di enam negara Asia Tenggara menyumbang 90% dari seluruh perusahaan dan 80% lapangan kerja, dengan total pasar sebesar $2,5 triliun. Labamu hadir untuk mempercepat pertumbuhan UMKM di APAC melalui tiga keunggulan utama:

  1. Meningkatkan Penjualan: Memungkinkan UMKM menjangkau pelanggan melalui saluran fisik dan digital.
  2. Efisiensi Operasional: Menyediakan pengelolaan penagihan digital, katalog, stok, material, serta manajemen hubungan pelanggan dan pelaporan.
  3. Akses Keuangan yang Mudah: Integrasi layanan keuangan seperti perbankan tersemat dan akun operasional, dengan fitur mendatang seperti pembiayaan modal kerja dan pengadaan.

“Labamu percaya setiap usaha kecil berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi bersama, dan kami ingin memberdayakan mereka. Platform ini unggul karena mengintegrasikan layanan keuangan secara mulus. Pedagang yang menggunakan Labamu dapat menerima pembayaran faktur dan tagihan langsung ke rekening bank mereka,” kata Emmanuel Van De Geer, CEO Labamu.

Di Indonesia sendiri, aplikasi untuk pendongkrak bisnis UMKM sudah banyak beredar di pasaran. Beberapa di antaranya BukuWarung, majoo, iSeller, dan lain sebagainya.

Fokus pada Pemberdayaan Perempuan

Labamu juga menjadi pendukung utama wirausaha perempuan melalui kampanye Wanita Tumbuh Bersama, yang melatih lebih dari 7.500 pemilik bisnis dalam praktik manajemen usaha yang esensial.

Salah satu kisah sukses datang dari Kartini, pemilik Warung Al-Matiinu di Jakarta. Sebelum mengikuti pelatihan Labamu, bisnis Kartini hanya melayani pasar lokal. Berkat pelatihan dan bimbingan dari tim Labamu, termasuk sesi yang dibawakan Silvia Winsen, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di PT Labamu Sejahtera Indonesia, Kartini kini berhasil mengekspor produk camilan khas Betawi ke Singapura. Produk unggulannya, tingting jahe wijen, telah menjadi favorit di Singapura karena manfaat kesehatan dan kehangatan yang ditawarkan.

Selama masa inkubasi, Labamu telah meraih kepercayaan lebih dari 80.000 pemilik bisnis kecil. “UMKM masih menghadapi kesulitan akses. Kami melihat potensi besar Labamu sejak awal. Kami mengucapkan selamat atas peluncurannya dan mendukung perjalanan mereka dalam memberdayakan UMKM,” kata Alex Manson, CEO SC Ventures.

SC Ventures telah mengembangkan berbagai aplikasi — yang umumnya untuk membantu pengguna bisnis untuk mengelola keuangan. Di Indonesia, Bukalapak menjadi satu-satunya portofolio saat ini.

–

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending