Tokopedia dan TikTok Shop akan mulai mengenakan biaya pemrosesan pesanan sebesar Rp1.250 untuk setiap transaksi yang berhasil dikirim, efektif 11 Agustus 2025 pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini mengikuti langkah serupa yang telah lebih dulu diterapkan oleh Shopee pada 20 Juli 2025 lalu.
Dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (3/8/2025), Tokopedia dan TikTok Shop menyebutkan bahwa penerapan biaya ini bertujuan untuk mendukung perluasan subsidi ongkir dan peningkatan layanan logistik di seluruh Indonesia.
“Perluasan program ongkir akan memberikan manfaat bagi seller, dengan meningkatkan visibilitas dan penjualan melalui pilihan pengiriman yang lebih menarik bagi pelanggan yang lebih luas,” tulis Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia.
Berlaku untuk Semua Seller
Biaya ini akan dikenakan kepada seluruh seller Tokopedia yang telah terintegrasi, serta semua seller TikTok Shop by Tokopedia. Adapun besaran biaya bersifat tetap, tidak bergantung pada nilai subtotal pesanan maupun jumlah item yang dibeli.
Sebagai contoh:
- Pesanan berisi 3 unit gitar, 5 aksesori, dan 2 biola senilai total Rp17,4 juta akan dikenai biaya tetap Rp1.250.
- Begitu pula pesanan dengan 4 item pakaian senilai Rp800 ribu tetap dikenai Rp1.250.
Tokopedia dan TikTok Shop menegaskan bahwa biaya ini:
- Hanya dikenakan untuk pesanan yang berhasil dikirim.
- Tidak dikembalikan jika terjadi retur atau refund setelah pesanan dikirim.
- Akan dikembalikan jika seluruh pesanan dibatalkan sebelum pengiriman.
- Tidak dikembalikan jika hanya sebagian item dalam pesanan dibatalkan.
Pembebasan biaya akan diberikan sebagai insentif bagi 50 pesanan pertama seller baru, dengan skema reimbursement di akhir bulan.
“Biaya akan dipotong langsung dari penyelesaian pesanan,” jelas pihak platform.
Shopee Sudah Terapkan Lebih Dulu
Shopee menjadi platform pertama yang menerapkan kebijakan serupa. Mulai 20 Juli 2025, Shopee mengenakan biaya pemrosesan pesanan Rp1.250 bagi seluruh kategori seller, termasuk Shopee Mall. Biaya ini juga bersifat tetap per transaksi, dan tidak bergantung pada jumlah item yang dibeli.
Dengan penerapan biaya serupa oleh tiga pemain utama e-commerce, pelaku usaha online kini dihadapkan pada kenaikan biaya operasional yang seragam, yang berpotensi mendorong efisiensi dan penyesuaian harga di tingkat seller.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply