Disney+ dan Vidio meluncurkan paket berlangganan bersama di Indonesia. Paket bernama Vidio Ultimate Disney+ All Screen Bundle ini dibanderol Rp129.000 per bulan untuk pelanggan dengan paket tahunan.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis bagi kedua platform untuk memperluas basis pelanggan di tengah persaingan industri streaming Indonesia yang semakin ketat.
Melalui paket ini, pelanggan dapat mengakses konten Vidio dan Disney+ dalam satu langganan. Vidio menghadirkan siaran olahraga, termasuk Liga Inggris, Liga Champions Eropa, serta BRI Super League. Platform tersebut juga menawarkan lebih dari 110 serial orisinal dan sinetron lokal.
Sementara itu, Disney+ menyumbangkan katalog film dan serial populer dari Marvel, Star Wars, serta sejumlah tayangan Amerika dan Korea. Pelanggan Vidio juga akan mendapatkan akses terbatas ke koleksi Disney+ melalui fitur “Taste of Disney+”, yang berisi pilihan konten Disney yang dapat berubah secara berkala.
Strategi memperkuat posisi di pasar Indonesia
Kerja sama ini menandai perubahan posisi Disney+ di pasar streaming Indonesia. Disney+ memasuki Indonesia pada September 2020 melalui layanan Disney+ Hotstar dan bekerja sama dengan Telkomsel.
Pada awal peluncurannya, Disney+ Hotstar menawarkan harga relatif terjangkau, yakni Rp39.000 per bulan. Strategi tersebut membantu Disney+ menarik sekitar 2,5 juta pelanggan berbayar pada Januari 2021, melampaui sejumlah pesaing seperti Viu, Vidio, dan Netflix.
Jumlah pelanggan Disney+ Hotstar kemudian meningkat hingga lebih dari 5 juta pada 2022. Namun, perusahaan menaikkan harga berlangganan pada 2023 sebagai bagian dari strategi global untuk mengejar profitabilitas. Harga paket dasar Disney+ kini mencapai Rp65.000 per bulan.
Perubahan harga tersebut turut memengaruhi posisi Disney+ di Indonesia. Berdasarkan data Media Partners Asia, Vidio menjadi platform streaming dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia sejak 2023. Vidio juga telah memiliki lebih dari 6 juta pelanggan berbayar dan mencatatkan kinerja positif berdasarkan EBITDA sejak akhir 2025.
Vidio memanfaatkan kekuatan konten olahraga
Bagi Vidio, paket bersama ini dapat membantu menjaga pelanggan tetap berlangganan di luar musim kompetisi olahraga.
Konten olahraga menjadi salah satu daya tarik utama Vidio. Namun, kompetisi sepak bola biasanya berhenti pada periode akhir Mei hingga Agustus. Dengan menghadirkan katalog Disney+, Vidio dapat menawarkan lebih banyak pilihan hiburan ketika tidak ada pertandingan besar.
Paket tersebut hanya tersedia melalui tingkat langganan Vidio paling tinggi. Paket ini mencakup seluruh hak siar olahraga Vidio dan akses untuk menonton melalui televisi.
Strategi tersebut menyasar rumah tangga yang memiliki lebih dari satu penonton. Riset internal Vidio menunjukkan bahwa 77% pengguna yang menonton melalui televisi terhubung biasanya menonton bersama sedikitnya tiga orang anggota keluarga.
Persaingan dengan Netflix
Kolaborasi Disney+ dan Vidio juga berlangsung ketika Netflix terus memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Indonesia mencatat sekitar 26,9 juta langganan layanan streaming pada akhir 2025.
Vidio memimpin berdasarkan jumlah pelanggan. Namun, Netflix masih unggul dalam jumlah waktu menonton dan pendapatan, menurut data Media Partners Asia.
Netflix juga berencana menghadirkan paket berlangganan dengan dukungan iklan di Indonesia pada 2027. Di sejumlah negara Asia yang telah menyediakan paket tersebut, sekitar setengah pelanggan baru memilih opsi berbiaya lebih rendah itu.
Kondisi tersebut membuat strategi Disney+ dan Vidio berbeda dari Netflix. Keduanya memilih menyasar rumah tangga premium melalui kombinasi konten olahraga, hiburan keluarga, serial lokal, dan tayangan internasional.
Ujian pertama pada musim tanpa sepak bola
Tantangan utama paket ini adalah mempertahankan pelanggan ketika kompetisi sepak bola memasuki masa jeda. Periode Juni hingga Agustus akan menjadi ujian penting bagi Vidio dan Disney+.
Jika pelanggan tetap mempertahankan langganan selama musim tanpa pertandingan, paket tersebut dapat memperkuat retensi pelanggan kedua platform. Namun, jika pelanggan berhenti berlangganan setelah musim sepak bola berakhir, kerja sama ini belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan utama industri streaming Indonesia, yaitu sensitivitas terhadap harga dan loyalitas pelanggan.
Bagi Disney+, kerja sama ini juga menunjukkan perubahan strategi distribusi. Perusahaan yang sebelumnya mengandalkan Telkomsel untuk membangun basis pelanggan di Indonesia kini bekerja sama dengan Vidio, platform lokal yang berhasil mengambil alih posisi pemimpin pasar.





Leave a Reply