Menyambut Hari Perempuan Internasional, AC Ventures menegaskan komitmennya terhadap investasi berbasis gender sebagai strategi utama untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Meski perempuan semakin berperan dalam dunia usaha, mereka masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pendanaan dan mengembangkan bisnis mereka.
Managing Partner AC Ventures Helen Wong, yang telah berkiprah lebih dari 25 tahun di industri modal ventura, menyoroti pentingnya investasi pada bisnis yang dipimpin perempuan.
“Di pasar yang dinamis seperti Indonesia, perempuan wirausaha adalah pendorong utama ekonomi. Investasi dalam bisnis mereka bukan hanya soal keadilan, tetapi juga langkah cerdas untuk menciptakan dampak luas dan keuntungan finansial,” ungkap Helen.
Menurut laporan Closing the Funding Gap for Women Entrepreneurs in Indonesia yang disusun AC Ventures bersama Boston Consulting Group (BCG) dan Stellar Women, terdapat kesenjangan pendanaan sebesar US$1,7 triliun untuk bisnis yang dipimpin perempuan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses ke jaringan, bias dalam keputusan investasi, serta kurangnya dukungan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Potensi Besar Bisnis yang Dipimpin Perempuan
Helen menjelaskan bahwa investasi berbasis gender terbukti mendorong kinerja bisnis yang lebih baik. Studi menunjukkan bahwa menutup kesenjangan gender dalam kepemimpinan bisnis dapat meningkatkan PDB global hingga 26%, sementara perusahaan yang dipimpin perempuan 15% lebih mungkin untuk unggul dibandingkan rekan-rekan mereka yang dipimpin laki-laki.
AC Ventures sendiri telah membuktikan dampak positif dari pendekatan ini. Dalam ACV Impact Report 2024 yang dikembangkan bersama Deloitte Indonesia, portofolio ACV telah menciptakan lebih dari 30.000 lapangan kerja, dengan 40% di antaranya dipimpin oleh perempuan. Tahun ini saja, ACV telah membantu menciptakan 2.000 pekerjaan baru serta memberdayakan 4 juta individu dan bisnis dari kelompok ekonomi menengah ke bawah melalui digitalisasi dan inklusi keuangan.
Sebagai bukti konkret dari komitmennya, AC Ventures telah berinvestasi dalam berbagai startup yang dipimpin perempuan di berbagai sektor:
- Accacia (didirikan oleh Annu Talreja), startup berbasis AI yang membantu industri properti mengurangi emisi karbon. Accacia telah diterapkan pada lebih dari 20 juta kaki persegi real estat dan kini berkembang ke Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Utara.
- Astro (didirikan oleh Marcella Moniaga, Sherlyn Gautama, dan Jessica Stephanie Jap), platform belanja kebutuhan sehari-hari secara on-demand di Indonesia yang diakui oleh Global Private Capital Association (GPCA) dalam studi kasus investasi berbasis gender.
- Rose All Day (didirikan oleh Cindy Nyoto Gunawan dan Tiffany Danielle), merek kecantikan lokal yang mengedepankan konsep kecantikan bersih, inklusivitas, dan keberlanjutan.
- Xendit (salah satu pendirinya adalah Tessa Wijaya), platform pembayaran digital yang mengubah lanskap keuangan di Asia Tenggara dengan layanan pembayaran yang seamless bagi bisnis.
- Supermom (didirikan oleh Joan Ong, Lynn Yeoh, dan Rebecca Koh), jaringan parenting terbesar di Asia Tenggara yang menghubungkan jutaan ibu dengan rekomendasi produk dan layanan terbaik, serta membantu brand memahami perilaku konsumen melalui analisis berbasis AI.
Mengatasi Hambatan Pendanaan bagi Perempuan
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi wirausaha perempuan adalah perbedaan ekspektasi dalam presentasi bisnis mereka. “Banyak investor masih menggunakan perspektif yang didominasi laki-laki dalam menilai bisnis, sehingga perempuan wirausaha sering mengalami kesulitan dalam menyampaikan potensi bisnis mereka sesuai harapan investor,” kata Helen.
Untuk mengatasi tantangan ini, AC Ventures menerapkan strategi investasi berbasis gender (gender-lens investing), memastikan bisnis yang dipimpin perempuan mendapatkan akses ke modal dan sumber daya yang diperlukan. Selain itu, ACV berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan mentorship, pengembangan jaringan, serta program peningkatan literasi keuangan bagi perempuan wirausaha.
Di samping investasi, AC Ventures secara aktif membangun ekosistem yang lebih inklusif. Separuh dari tim kepemimpinan senior ACV terdiri dari perempuan, mencerminkan pentingnya keberagaman dalam pengambilan keputusan investasi.
AC Ventures juga terlibat dalam berbagai inisiatif global untuk mendorong keberagaman gender, seperti:
- Berpartisipasi dalam Global Private Capital Association (GPCA) Investor Training untuk berbagi strategi peningkatan partisipasi perempuan dalam industri modal ventura.
- Mendukung She Loves Tech Global Summit, yang telah menjadi platform utama bagi inovasi yang dipimpin perempuan di bidang MedTech, SaaS, AI, dan keberlanjutan.
- Terlibat dalam IFC’s We Fund Climate, bagian dari program She Wins Climate yang diluncurkan di COP28, untuk mendukung startup iklim yang dipimpin perempuan.
Membangun Masa Depan yang Lebih Inklusif
Dalam visinya untuk masa depan, Helen menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang memungkinkan perempuan wirausaha memiliki akses yang setara terhadap pendanaan, mentorship, dan peluang bisnis. “Kami ingin melihat lebih banyak perempuan tidak hanya sebagai pendiri bisnis, tetapi juga dalam posisi kepemimpinan di berbagai sektor,” ujar Helen.
Helen juga membagikan pengalamannya sebagai salah satu investor perempuan terkemuka di Asia. “Ketika saya memulai karier di modal ventura, sangat sedikit perempuan di industri ini. Namun, saya menyadari bahwa keberagaman bukan sekadar soal representasi, melainkan juga tentang menciptakan keputusan bisnis yang lebih baik dan hasil yang lebih kuat.”
Bagi para perempuan yang ingin terjun ke dunia usaha dan investasi, Helen memberikan saran penting: “Bangun jaringan yang kuat dengan mentor, kolega, dan penasihat yang dapat membimbing dan membuka peluang. Cari investor yang memahami industri Anda dan menghargai keberagaman. Yang terpenting, tetap gigih—kesuksesan datang dari ketahanan dan keberanian menghadapi tantangan.”
Untuk mendorong lebih banyak perempuan masuk ke dunia modal ventura dan kepemimpinan, Helen menegaskan pentingnya pendidikan, akses jaringan, serta kebijakan perekrutan yang lebih inklusif. “Industri ini harus secara aktif memberikan peluang bagi perempuan untuk berkembang di peran kepemimpinan,” tambahnya.
Dengan strategi investasi yang inklusif dan dukungan ekosistem yang kuat, AC Ventures terus berupaya membangun masa depan bisnis yang lebih setara dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply