InnoVen Capital SEA, penyedia fasilitas venture debt untuk startup, menjelang akhir 2024 lalu baru memberikan pendanaan ke dua startup Indonesia, yakni ke pengembang platform SaaS logistik McEasy dan platform marketplace pekerjaan Pintarnya.
Kepada DailySocial, Partner InnoVen Capital SEA Paul Ong menegaskan bahwa struktur pendanaan ke kedua startup tersebut berupa debt. Kendati demikian, ia enggan memberikan rincian nilai investasi yang dikucurkan.
Terkait alasan di balik kucuran pendanaan ini, Ong mengatakan, “Kedua perusahaan tersebut memiliki pendiri dan manajemen berbakat yang telah mengidentifikasi masalah yang ingin mereka selesaikan, dan telah menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan bisnis dengan fundamental yang baik. Perusahaan-perusahaan ini juga didukung oleh mitra modal ventura ulung yang ingin diajak bekerja sama oleh InnoVen Capital.”
Sebenarnya ini bukan investasi baru bagi InnoVen ke startup Indonesia. Sebelumnya mereka juga telah terlibat ke pendanaan sejumlah startup, di antaranya eFishery, Agriaku, Modalku, Akulaku, Beleaf, Hangry, Zenius, Kargo, dan beberapa lainnya.
Struktur venture debt berbentuk pembiayaan utang yang diberikan kepada perusahaan yang masih bergantung pada VC untuk operasionalnya. InnoVen Capital menawarkan pinjaman jangka menengah kepada startup didasarkan tahap perkembangan perusahaan, jumlah ekuitas yang telah dihimpun, dan kebutuhan spesifiknya.
Suku bunga dan biaya tetap selama masa pinjaman, dengan pembayaran pokok dan bunga dilakukan bulanan. Jika perusahaan mencapai kesuksesan besar, seperti melalui IPO atau akuisisi, pemberi pinjaman dapat memperoleh keuntungan tambahan melalui mekanisme ‘equity kicker’ sebagai kompensasi atas risiko yang lebih tinggi.
InnoVen Capital tidak menentukan penggunaan akhir dana sehingga perusahaan bebas menggunakan pinjaman untuk berbagai kebutuhan, seperti pengembangan produk, perekrutan kunci, ekspansi pasar, akuisisi, modal kerja operasional, atau refinancing. Meskipun InnoVen tidak mengambil posisi di dewan direksi perusahaan portofolio, mereka berkomitmen membantu startup dengan pengalaman dan jaringan mereka di berbagai wilayah, perusahaan, dan investor untuk mendukung upaya bisnis atau strategi perusahaan.
Di kesempatan yang sama, Ong turut menyampaikan pendapatnya tentang masa depan ekosistem startup Indonesia.
“Kami percaya pada potensi besar ekosistem teknologi Indonesia. Meskipun baru-baru ini terjadi ‘musim dingin’ pendanaan ekuitas, kami merasa terpacu oleh pasar yang besar dan terus berkembang, serta tren peningkatan investasi modal swasta secara keseluruhan di negara ini, dan semakin banyaknya basis wirausahawan berbakat yang secara konsisten mengidentifikasi solusi inovatif untuk berbagai masalah mendesak seperti keterputusan geografis dan eksklusi finansial,” ujarnya.
Ong turut mengatakan, bahwa Indonesia juga telah menjadi pasar utama bagi InnoVen Capital sejak mereka memulai debut Asia Tenggara pada tahun 2016 – melalui InnoVen SEA Fund senilai $50 juta yang ditutup pada 2021. Setidaknya sudah ada 30 startup berfokus di Indonesia yang didukung.
“Kami terus memandang Indonesia sebagai pasar yang penting, dan ingin berinvestasi lebih banyak di negara ini pada tahun 2025,” tutup Ong.






Leave a Reply