Startup bahan bangunan dan solusi konstruksi, BRIK, dikabarkan berhasil meraih pendanaan hampir US$10 juta dalam putaran Seri A. Kabar ini pertama kali diwartakan oleh DealStreetAsia. Pendanaan ini dipimpin Jungle Ventures dan diikuti oleh Accel India. Dana segar ini akan digunakan untuk memperkuat pengembangan teknologi yang mendorong efisiensi tenaga kerja di sektor konstruksi.
Pendanaan ini menandai kelanjutan dari pertumbuhan pendanaan BRIK yang cukup agresif sejak pertama kali berdiri pada 2022. Sebelumnya, BRIK telah mengamankan $11,5 juta dalam pendanaan pra-seri A pada Mei 2023. Putaran tersebut melibatkan investor ternama seperti Accel, AC Ventures, B Capital, Alter Global, Living Lab Ventures, Woh Hup (perusahaan konstruksi asal Singapura), serta sejumlah angel investor dari India dan Indonesia.
Pada Juli 2022, perusahaan juga telah menerima pendanaan tahap awal sebesar $4 juta yang dipimpin AC Ventures dan melibatkan Accel, Infra.Market, Alto Partners, BizOnGo, dan beberapa angel investor lainnya.
BRIK memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai tantangan di sektor konstruksi, seperti minimnya transparansi harga, kualitas material yang tidak konsisten, dan logistik yang belum efisien. Perusahaan beroperasi sebagai agregator bahan bangunan B2B dan saat ini memiliki empat produk unggulan, termasuk beton, cat interior dan waterproofing, bata merah dan hebel, serta bahan kimia konstruksi. BRIK juga tengah mengembangkan produk kayu konstruksi dan berkomitmen pada inovasi ramah lingkungan.
Dengan pendekatan cloud manufacturing, BRIK menggandeng mitra produsen lokal untuk memproduksi bahan bangunan yang telah dirancang dan diuji secara internal, sambil menjamin distribusi melalui kanal milik sendiri.
Hingga kini, BRIK telah hadir di Jawa, Bali, dan Lampung, melayani pelanggan institusional dan ritel. Ke depan, mereka juga berencana memperluas jangkauan operasional ke Asia Tenggara.
Pasar konstruksi Indonesia sendiri memiliki potensi besar. Menurut GlobalData, nilainya mencapai $234,6 miliar pada 2021 dan diproyeksikan tumbuh rata-rata lebih dari 4% per tahun hingga 2026, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,31% pada 2022.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply