Superbank Segera Melantai di Bursa, Targetkan Dana Rp3 Triliun Lebih

2–3 minutes
Superbank telah membuka masa penawaran perdana mulai 25 November hingga 1 Desember 2025 / Superbank

Bank digital hasil kolaborasi antara Grab dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK) kini resmi memasuki fase penawaran saham pertamanya. Superbank telah membuka masa penawaran perdana mulai 25 November hingga 1 Desember 2025, dengan harga saham ditawarkan pada kisaran Rp 525 hingga Rp 695 per lembar.​

Penawaran saham perdana ini menargetkan pencairan dana segar mencapai Rp 3,06 triliun, dengan Superbank melepas maksimal 4,40 juta saham baru atau setara 13% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah pencatatan bursa.

Dana yang terkumpul akan dialokasikan secara strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Sekitar 70% dari total dana akan digunakan sebagai modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perusahaan, sementara sisa 30% akan dialokasikan untuk belanja modal guna mendukung kegiatan operasional.​

Penjamin dan Jadwal Pencatatan Resmi

Superbank telah menunjuk empat lembaga sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas.​

Berikut adalah jadwal lengkap proses pencatatan saham Superbank di Bursa Efek Indonesia:

TahapanWaktu Estimasi
Masa penawaran awal25 November – 1 Desember 2025
Tanggal efektif8 Desember 2025
Masa penawaran umum perdana saham10 – 15 Desember 2025
Tanggal penjatahan15 Desember 2025
Distribusi saham secara elektronik16 Desember 2025
Pencatatan saham di BEI17 Desember 2025

Transformasi dari Bank Konvensional Menuju Digital

Superbank, sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International, merupakan lembaga keuangan yang didirikan di Bandung pada tahun 1993. Selama hampir tiga dekade, perusahaan ini beroperasi sebagai bank konvensional sebelum memulai transformasi besar menuju model perbankan digital.​

Transformasi dimulai pada akhir 2021 ketika Emtek Group secara resmi menjadi pemegang saham pengendali. Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan masuknya Grab dan Singtel pada awal 2022, serta KakaoBank pada 2023, membentuk konsorsium strategis yang memperkuat posisi Superbank di industri perbankan digital. Pada awal 2023, Bank Fama resmi mengubah nama menjadi Superbank dan memindahkan kantor pusatnya dari Bandung ke Jakarta, dengan membuka kantor cabang di kedua kota tersebut.​

Struktur kepemilikan Superbank mencerminkan kolaborasi strategis berbagai pemain industri. PT Elang Media Visitama, yang merupakan lini bisnis dari Emtek Group, menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 31,11%. Berikutnya adalah PT Kudo Teknologi Indonesia dengan 19,16%, diikuti GXS Bank Pte. Ltd. sebesar 12% dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. sebesar 11,52%.​

Sementara itu, KakaoBank Corp memiliki saham sebesar 9,95%, sementara Singtel Alpha Investment Pte. Ltd. mencatatkan kepemilikan 8,46%. Pemegang saham lainnya dengan porsi kurang dari 5% secara kolektif menyumbang 7,80% dari total kepemilikan saham.​

Ekspansi Produk Digital untuk Jangkauan Lebih Luas

Memasuki tahun 2024, Superbank semakin agresif dalam memperluas jangkauan layanan dengan meluncurkan berbagai produk keuangan digital. Beberapa produk yang telah diluncurkan antara lain Saku by Superbank, Celengan by Superbank, serta produk Deposito dengan bunga kompetitif dan jangka waktu fleksibel mulai dari tujuh hari.​

Kehadiran Superbank di pasar modal diharapkan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri perbankan digital Indonesia dan memberikan akses pendanaan yang lebih besar untuk ekspansi layanan keuangan digital kepada masyarakat luas.

Trending