Super Bank Indonesia, bank digital yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (Emtek), dikabarkan tengah mempertimbangkan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada akhir tahun ini. Menurut sumber yang dikutip Bloomberg, perusahaan sedang mencari mitra perbankan untuk mendukung rencana penjualan saham, yang berpotensi menghimpun dana sebesar $200 juta s/d $300 juta.
Dalam IPO tersebut, Superbank diperkirakan akan mencapai valuasi antara $1,5 miliar hingga $2 miliar. Namun, sumber tersebut menekankan bahwa diskusi ini masih dalam tahap awal dan detail terkait nilai serta ukuran IPO masih dapat berubah.
Selain Emtek, saham Superbank juga dimiliki oleh sejumlah perusahaan ternama seperti Grab, Singtel, dan KakaoBank. Terbaru pada pertengahan 2024 lalu, ketiga perusahaan menambah investasi dengan total nilai Rp1,2 triliun. Grab sendiri menggunakan PT Kudo Teknologi Indonesia (Kudo) sebagai kendaraan investasinya – seperti diketahui Kudo diakuisisi Grab sejak 2017 lalu.

Kinerja per November 2024
Merujuk pada data perusahaan yang diterbitkan per November 2024, kinerja Superbank mengalami tren peningkatan di tahun ini. Berikut ringkasan kinerja keuangannya:
- Aset: Total aset mencapai Rp10,6 triliun, meningkat 103% YoY.
- Dana Pihak Ketiga: Mencapai Rp4,4 triliun, naik 591% YoY.
- Penyaluran Kredit: Tumbuh hingga Rp5,9 triliun atau meningkat 157% YoY.
- Produk Deposito: Menawarkan bunga hingga 7,5% per tahun, yang turut mendorong pertumbuhan DPK.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah peluncuran aplikasi konsumer pada Juni 2024 yang berhasil menarik lebih dari 2 juta nasabah, dengan lebih dari 60% terintegrasi dengan aplikasi Grab. Selanjutnya, Superbank berencana untuk memperkuat layanan digital, memperluas ekosistem strategis, dan terus menghadirkan produk-produk inovatif untuk menciptakan pengalaman perbankan inklusif dan relevan.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply