Startup omnichannel barang bekas (recommerce), Kitar, mengantongi pendanaan pre-Seri A senilai lebih dari USD 10 juta. Pendanaan ini dipimpin oleh Source Code Capital dengan partisipasi sejumlah investor lain, termasuk Hike Capital dan MindWorks Capital.
Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapabilitas teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), serta meningkatkan infrastruktur rantai pasok dan sistem inspeksi kualitas. Selain itu, Kitar juga berencana memperluas jaringan pengumpulan dan daur ulang secara offline serta memperkuat operasional lokal di pasar utama mereka.
Fokus Perkuat Pasar Indonesia
Kitar menempatkan Indonesia sebagai pasar prioritas karena besarnya permintaan barang bekas, khususnya elektronik. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan tiga toko di pusat perbelanjaan dan lima titik workstation, dan berencana menambah jumlah tersebut dalam waktu dekat.
Strategi ekspansi ini sejalan dengan target perusahaan untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak kota di Asia Tenggara, termasuk Vietnam. Di saat yang sama, Kitar tetap memperdalam penetrasi pasar domestik Indonesia.
Kembangkan Model Hybrid B2C dan C2C
Kitar mengusung model bisnis gabungan antara business-to-consumer (B2C) dan consumer-to-consumer (C2C). Perusahaan memulai bisnisnya dari penjualan ponsel bekas, kemudian berencana memperluas ke kategori elektronik lainnya dan barang tahan lama.
Model ini memungkinkan Kitar membangun kepercayaan melalui pengelolaan inventaris sendiri sekaligus memperluas pilihan produk melalui skema marketplace. Pendekatan ini juga ditujukan untuk mengatasi masalah utama di pasar barang bekas, yakni rendahnya standar kualitas dan kepercayaan konsumen.
Dorong Standarisasi dan Teknologi AI
Perusahaan juga menekankan penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi, terutama dalam proses inspeksi kualitas dan penilaian produk. Teknologi ini diharapkan mampu menstandarisasi produk yang sebelumnya bersifat tidak seragam, seperti ponsel bekas.
Selain itu, Kitar turut menjalin kerja sama dengan platform e-commerce dan distributor lokal untuk memperkuat ekosistem, termasuk dalam program tukar tambah perangkat.
Target Pertumbuhan Agresif
Kitar menargetkan nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) mencapai USD 100 juta pada akhir 2026. Perusahaan juga berencana memperluas jaringan fisik hingga puluhan toko dan workstation guna menjangkau lebih banyak pengguna di kawasan.
Dengan potensi pasar barang bekas di Asia Tenggara yang terus berkembang, Kitar melihat peluang besar untuk menjadi pemain utama di sektor ini. Perusahaan optimistis dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan tersebut melalui penguatan teknologi dan ekspansi regional.





Leave a Reply