Jago Coffee Dikabarkan Raih Pendanaan Seri B US$12,5 Juta Dipimpin BEENEXT

1–2 minutes
Jago Coffee menyatakan dana segar ini akan difokuskan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis / Jago Coffee

Startup coffe-chain Jago Coffee mengantongi pendanaan Seri B sebesar US$12,5 juta atau sekitar Rp200 miliar. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh BEENEXT, dengan partisipasi lanjutan dari Intudo Ventures dan Orzon Ventures, serta sejumlah investor lainnya.

Berdasarkan dokumen regulator yang dilaporkan pada Februari 2026, seperti dikutip dari Dealstreetasia, pendanaan ini mendorong valuasi pasca-pendanaan Jago Coffee menjadi sekitar US$46,7 juta, hampir tiga kali lipat dibandingkan valuasi sebelumnya yang berada di kisaran US$16 juta.

Detail Pendanaan dan Investor

Dalam putaran ini, BEENEXT Accelerate tercatat menjadi investor utama dengan kontribusi sekitar US$7 juta. Intudo Ventures turut menambah investasinya dengan suntikan dana US$3,5 juta, menandakan keyakinan berkelanjutan terhadap model bisnis Jago Coffee. Investor lain yang berpartisipasi antara lain Apex Venture Fund VCC, CA Startups Internet Fund IV, Keep Korea Green Impact Fund No. 2, serta Orzon Ventures.

Pendanaan Seri B ini melanjutkan putaran Seri A senilai US$6 juta yang diraih Jago Coffee pada 2024, yang juga dipimpin oleh Intudo Ventures dan BEENEXT. Dengan demikian, total pendanaan yang telah dikumpulkan perusahaan kini melampaui US$20 juta.

Fokus Ekspansi dan Efisiensi

Manajemen Jago Coffee menyatakan dana segar ini akan difokuskan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, khususnya melalui ekspansi jaringan gerobak kopi listrik di berbagai kota di Indonesia. Selain itu, perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi unit ekonomi dengan memaksimalkan model “coffee-on-wheels” yang dinilai mampu menekan biaya sewa tinggi dibandingkan gerai konvensional.

Sebagian dana juga dialokasikan untuk penguatan teknologi, termasuk pengembangan sistem pemesanan berbasis aplikasi serta optimalisasi rantai pasok guna mendukung skala operasional yang lebih besar.

Kinerja Keuangan

Meski berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 17% pada Desember 2024, Jago Coffee menghadapi tantangan dari sisi profitabilitas. Pada periode yang sama, perusahaan melaporkan kerugian yang meningkat lebih dari dua kali lipat, mencerminkan tekanan biaya seiring ekspansi agresif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan pendapatan terus berjalan, perusahaan masih berada pada fase investasi besar untuk membangun skala dan infrastruktur. Pendanaan terbaru diharapkan dapat membantu Jago Coffee menyeimbangkan strategi pertumbuhan dengan perbaikan kinerja keuangan dalam jangka menengah.

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading