Krom Bank Dorong Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Digital dan Literasi Finansial

2–3 minutes
Anton Hermawan, Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk; Abhijay Sethia, Chief Strategy Officer Kredivo Group / Krom Bank

Industri perbankan digital Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data Bank Indonesia mencatat peningkatan transaksi digital sebesar 40,1% pada November 2024. Namun, di balik angka tersebut, masih terdapat tantangan besar dalam mencapai inklusi keuangan yang merata.​

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 75,02% . Artinya, sekitar 9,59% masyarakat menggunakan layanan keuangan tanpa pemahaman yang memadai tentang produk dan risiko yang terkait.​

Kesenjangan ini lebih terasa di wilayah perdesaan, di mana indeks literasi keuangan tercatat sebesar 59,25%, lebih rendah dibandingkan dengan 69,71% di perkotaan . Hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih dalam meningkatkan pemahaman keuangan di berbagai lapisan masyarakat.​

Peran Bank Digital dalam Meningkatkan Inklusi

Bank digital memiliki potensi besar dalam memperluas akses ke layanan keuangan, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau oleh bank konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi, bank digital dapat menawarkan layanan yang lebih fleksibel dan terjangkau.​

Krom Bank, yang diluncurkan pada Februari 2024 sebagai bagian dari Kredivo Group, merupakan salah satu contoh bank digital yang berfokus pada inklusi keuangan. Dengan menawarkan suku bunga tabungan hingga 6% dan deposito hingga 8,75%, Krom Bank berupaya menarik minat masyarakat untuk menabung.​

Lebih dari sekadar menawarkan produk keuangan, Krom Bank juga menekankan pentingnya edukasi finansial. Melalui fitur-fitur seperti pembuatan tabungan dengan tujuan spesifik dan deposito fleksibel tanpa penalti, nasabah didorong untuk merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik.​

Sebagai bagian dari Kredivo Group, Krom Bank memiliki akses ke data perilaku konsumen yang luas, termasuk dari layanan buy now, pay later (BNPL) dan pinjaman mikro. Integrasi ini memungkinkan Krom Bank untuk menawarkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta melakukan analisis risiko yang lebih akurat.​

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyatakan bahwa kolaborasi dengan ekosistem Kredivo memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan nasabah, dari transaksi harian hingga aspirasi jangka panjang.​

Tantangan dan Strategi ke Depan

Meskipun mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 348% menjadi Rp2,2 triliun pada Agustus 2024, Krom Bank tetap menghadapi tantangan industri seperti pengetatan likuiditas, persaingan suku bunga, dan ketidakpastian global.​

Untuk mengatasi hal ini, Krom Bank fokus pada pengembangan produk pinjaman berbasis teknologi, diversifikasi produk, dan manajemen risiko yang proaktif. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam fitur seperti Money Journey dan agen virtual diharapkan dapat meningkatkan layanan dan loyalitas nasabah.​

Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi, edukasi, dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan nasabah, Krom Bank berupaya menjadi mitra dalam mewujudkan inklusi keuangan yang lebih luas di Indonesia. Langkah-langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai tingkat inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).​

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading