Lolos Sandbox OJK, NOBI Hadirkan Produk Dana Kripto Terkelola

3–4 minutes

Aset kripto masih identik dengan volatilitas tinggi dan kerumitan teknis. Investor perlu memahami cara menyimpan aset, menjaga kunci pribadi, memilih platform, hingga memantau pasar yang beroperasi sepanjang waktu.

Di tengah kondisi tersebut, PT Dana Kripto Indonesia memperkenalkan pendekatan investasi aset digital yang dikelola secara profesional melalui NOBI Dana Kripto. Perusahaan ini dinyatakan lulus dari Regulatory Sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat OJK Nomor S-254/IK.01/2026 tertanggal 17 Juli 2026.

Kelulusan itu menjadikan PT Dana Kripto Indonesia sebagai manajer dana kripto pertama di Indonesia yang lulus proses Sandbox OJK. Bersamaan dengan itu, perusahaan menawarkan NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, produk investasi terkelola dengan portofolio Bitcoin sebesar 50 persen, Ethereum 30 persen, dan Solana 20 persen.

Tiga lini bisnis Nobi

Dalam perkembangannya, Nobi kini memiliki tiga lini bisnis yang mencerminkan ekspansinya dari layanan aset digital konsumen ke infrastruktur dan pengelolaan investasi kripto.

  • Nobi Labs merupakan perusahaan Web3 berorientasi AI yang menyediakan infrastruktur validator, pengembangan blockchain, serta layanan data berstandar institusional.
  • NOBI Dana Kripto merupakan lini pengelolaan aset kripto yang memberi akses investasi melalui produk dana kripto terkelola. Produk utamanya, NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, berinvestasi secara sistematis pada Bitcoin, Ethereum, dan Solana.
  • Bybit Indonesia merupakan bursa aset digital yang beroperasi secara lokal untuk investor Indonesia dan berada di bawah pengawasan OJK. Platform ini hadir setelah Bybit mengakuisisi mayoritas saham PT Enkripsi Teknologi Handal, perusahaan yang sebelumnya menggunakan merek NOBI untuk perdagangan aset kripto.

Kehadiran ketiga lini bisnis ini memperlihatkan posisi Nobi dalam rantai nilai industri aset digital, mulai dari infrastruktur blockchain, pengelolaan portofolio aset kripto, hingga perdagangan aset digital melalui platform bursa yang teregulasi.

Menyederhanakan akses investasi

NOBI Dana Kripto dirancang bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap aset kripto tanpa mengelola dompet digital, private key, maupun transaksi secara mandiri. Pemilihan aset, pembelian dan penjualan, serta penyimpanan aset ditangani oleh tim manajer dana kripto.

Model tersebut memiliki kemiripan dengan reksa dana, tetapi aset yang dikelola merupakan aset berbasis blockchain. Perusahaan menyebut aset pemegang unit disimpan oleh kustodian dengan standar keamanan institusional dan dipisahkan dari dana operasional perusahaan.

Direktur PT Dana Kripto Indonesia, Vidy Onadi, menyatakan banyak calon investor memiliki minat terhadap kripto, tetapi masih ragu karena tingginya kompleksitas teknis. Karena itu, produk dana kripto dikembangkan untuk membantu pengguna berfokus pada tujuan keuangan mereka.

Pengelolaan risiko

Pengelolaan NOBI Dana Kripto menempatkan pengendalian risiko sebagai fokus utama. Perusahaan menggunakan Risk Scoring Engine untuk membantu menganalisis tren harga, volatilitas, serta likuiditas aset sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

Transaksi pembelian dan penjualan dilakukan secara bertahap dengan strategi dollar cost averaging atau DCA. Pendekatan ini dirancang untuk mengurangi dampak perubahan harga yang tajam dalam pasar aset kripto.

Berdasarkan simulasi historis menggunakan data pasar kripto periode 2021–2025, strategi NOBI Dana Kripto Indeks diklaim membukukan pertumbuhan sekitar dua kali lipat dibanding strategi beli dan simpan, dengan tingkat penurunan nilai maksimum atau drawdown sekitar setengahnya. Namun, simulasi dan kinerja historis tidak dapat dijadikan jaminan atas hasil investasi pada masa mendatang.

Pengembangan produk

PT Dana Kripto Indonesia juga menyiapkan produk yang menggabungkan instrumen keuangan tradisional dengan aset digital. Rencana tersebut mencakup dana pasar uang dalam bentuk token berbasis dolar AS, produk yang mengombinasikan emas digital dan Bitcoin, serta instrumen yang memadukan Surat Berharga Negara dengan Bitcoin.

Perusahaan menyatakan setiap produk baru akan terlebih dahulu dikonsultasikan dengan regulator untuk memenuhi ketentuan legalitas dan kepatuhan. Langkah ini menjadi penting seiring pengawasan aset digital di Indonesia berada dalam kerangka OJK dan menekankan perlindungan konsumen.

Dengan kelulusan Sandbox OJK serta kehadiran tiga lini bisnisnya, Nobi berupaya membangun ekosistem aset digital yang mencakup infrastruktur teknologi, perdagangan aset, dan pengelolaan investasi. Tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan pengguna melalui kepatuhan, transparansi, serta manajemen risiko yang konsisten.

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading