Bukalapak sedang menjalani perubahan besar. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai pemain marketplace, perusahaan kini mengarahkan fokus bisnisnya ke industri gaming digital, sektor yang telah menyumbang hampir 90% dari total pendapatan perseroan.
Pergeseran itu bukan sekadar diversifikasi produk. Bukalapak menutup layanan marketplace produk fisik pada awal 2025, setelah kontribusi segmen tersebut tercatat kurang dari 3% terhadap pendapatan, tetapi menjadi sumber kerugian terbesar perusahaan.
Direktur Bukalapak Victor Lesmana mengatakan transformasi dan restrukturisasi telah dimulai sejak 2024. Setelah menutup marketplace fisik, perusahaan membagi bisnisnya ke dalam empat pilar: Mitra Bukalapak, gaming melalui Multi Realm Games atau MRG, investasi melalui Bmoney, dan retail.
Di antara seluruh lini tersebut, gaming tumbuh paling cepat dan kini menjadi tumpuan utama perusahaan.
Pendapatan Gaming Menanjak
Pada kuartal I 2026, segmen gaming Bukalapak membukukan pendapatan Rp2,09 triliun, atau naik 90,3% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu melampaui kenaikan pendapatan perusahaan secara keseluruhan yang tercatat 63%.
Bukalapak mencatat bisnis gaming tumbuh sekitar 30% hingga 40% setiap kuartal. Kinerja itu didorong oleh penguatan bisnis di Indonesia, perluasan pasar Asia Tenggara, dan masuknya layanan perusahaan ke sejumlah negara baru.
Bagi Bukalapak, industri gaming menawarkan ruang pertumbuhan berbeda dibandingkan perdagangan elektronik. Bisnis ini tidak hanya mengandalkan transaksi penjualan barang fisik, tetapi juga pembelian voucher, pengisian ulang saldo permainan, kartu hadiah, hingga perdagangan aset digital di dalam game.
Tiga Kanal Gaming
MRG menjadi entitas yang menaungi strategi gaming Bukalapak. Di bawahnya terdapat tiga platform dengan sasaran pasar yang berbeda: Lapakgaming, Joytify, dan Itemku.
| Platform | Fokus layanan dan pasar |
| Lapakgaming | Penjualan voucher dan layanan top up game; berfokus pada Indonesia serta Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Filipina. Platform ini memiliki 3,9 juta pengguna berbayar unik dan memproses 12,7 juta transaksi setiap tahun. |
| Joytify | Layanan kartu hadiah dan top up game untuk pasar di luar Asia Tenggara, mencakup Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Amerika Utara. Joytify memiliki 8,2 juta pengguna berbayar unik serta memproses 38,7 juta transaksi per tahun. |
| Itemku | Marketplace untuk aset digital di dalam game, seperti item, mata uang game, akun, skin, kunci game, dan kartu hadiah. Platform ini memiliki 1,8 juta pengguna dengan sekitar 21 juta transaksi per tahun. |
Ketiga platform tersebut mendukung lebih dari 50 metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, dompet digital, transfer bank, hingga PayPal. Infrastruktur pembayaran ini menjadi salah satu fondasi Bukalapak dalam melayani pasar lintas negara.
Joytify sebagai Jembatan Global
Joytify menjadi ujung tombak ambisi global Bukalapak. Merek ini digunakan untuk menjangkau gamer di luar Asia Tenggara, dengan nama yang dinilai lebih mudah dikenali oleh pengguna internasional ketimbang merek lokal.
Meski memakai merek baru, Joytify tetap bertumpu pada teknologi dan tim yang sebelumnya membangun Lapakgaming. Strategi ini memungkinkan Bukalapak membawa kapabilitas yang sudah dikembangkan di Indonesia ke pasar yang lebih luas.[
Ekspansi tersebut menandai babak baru Bukalapak: dari perusahaan marketplace yang berkompetisi di pasar domestik menjadi perusahaan teknologi yang membangun layanan gaming untuk pengguna global.
Talenta sebagai Fondasi
Bukalapak menilai pertumbuhan bisnis gaming tidak hanya bergantung pada teknologi dan metode pembayaran. Perusahaan juga menempatkan pemahaman terhadap komunitas gamer sebagai bagian penting dari strategi bisnis.
Victor mengatakan perusahaan merekrut talenta yang mengikuti perkembangan game dan memahami perilaku pengguna. Bahkan, pertanyaan mengenai game yang dimainkan kandidat disebut menjadi salah satu bagian dalam proses rekrutmen.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Bukalapak ingin membangun bisnis gaming bukan semata sebagai saluran transaksi digital, melainkan sebagai ekosistem yang dekat dengan kebutuhan pemain. Di tengah persaingan industri teknologi yang makin ketat, gaming kini menjadi taruhan utama Bukalapak untuk menjaga pertumbuhan dan memperluas jangkauan global.





Leave a Reply