Gojek Perdalam Kerja Sama dengan ComfortDelGro, Perluas Akses Taksi di Singapura

1–2 minutes
Kerja sama ini memperluas pemesanan GoTaxi di Singapura lewat armada ComfortDelGro / ComfortDelGro

Gojek menjalin kerja sama dengan operator taksi ComfortDelGro untuk melayani pemesanan taksi berargo melalui fitur GoTaxi di Singapura. Dalam skema ini, pemesanan dari pengguna Gojek akan dipadankan dengan armada taksi milik ComfortDelGro guna memperluas ketersediaan kendaraan dan mempersingkat waktu tunggu penumpang.

Kerja sama tersebut diumumkan pada 31 Agustus 2026, meski implementasinya disebut sudah mulai berjalan beberapa hari sebelumnya. Langkah ini memperluas kolaborasi kedua perusahaan yang sebelumnya telah dimulai sejak April 2024, ketika armada ComfortDelGro mulai melayani pemesanan tarif tetap dari Gojek yang tidak diambil mitra pengemudi Gojek.

Bagi Gojek, kerja sama ini membuka akses ke armada taksi yang lebih besar tanpa harus menambah insentif besar untuk menarik pengemudi baru. Sementara bagi ComfortDelGro, tambahan permintaan dari aplikasi Gojek dapat membantu meningkatkan utilisasi armada taksi yang tertekan oleh perubahan pasar transportasi di Singapura.

Jumlah armada taksi di Singapura terus menyusut dalam satu dekade terakhir, dari sekitar 28.700 unit pada 2014 menjadi 12.134 unit pada Juli 2026. Sebaliknya, jumlah kendaraan private-hire terus meningkat hingga mendekati 98.000 unit, sehingga kompetisi di bisnis transportasi penumpang semakin bergeser ke layanan berbasis aplikasi.

Kondisi itu ikut menekan kinerja bisnis taksi ComfortDelGro. Dalam naskah disebutkan armada taksi perusahaan di Singapura turun sekitar 5% menjadi 7.600 unit pada paruh pertama 2026, sementara laba operasional bisnis taksi pada kuartal pertama turun 45% menjadi 17,5 juta dolar Singapura.

Di sisi lain, Singapura menjadi pasar luar negeri yang semakin penting bagi Gojek. Setelah keluar dari Thailand pada 2021 dan menghentikan operasinya di Vietnam pada 2024, Singapura kini menjadi pasar internasional utama yang masih dipertahankan Gojek di luar Indonesia.

Kerja sama ini juga berlangsung di tengah tekanan yang dihadapi induk usaha Gojek, GoTo, di pasar domestik. GoTo baru membukukan laba bersih semesteran pertamanya pada Juli 2026, tetapi kemudian harus menyesuaikan target kinerja bisnis on-demand setelah kebijakan pembatasan komisi ojol di Indonesia mulai berlaku.

Meski demikian, kemitraan di Singapura ini belum tentu langsung menambah jumlah kendaraan di jalan. Kerja sama tersebut pada dasarnya lebih berfokus pada redistribusi armada taksi yang ada ke dalam ekosistem aplikasi Gojek, sehingga dampak nyatanya terhadap pengalaman penumpang dan volume perjalanan masih perlu dilihat dalam beberapa waktu ke depan.

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading