Morgan Stanley Perbesar Porsi Kepemilikan di GoTo Jadi 5,16 Persen

2–3 minutes
Morgan Stanley Resmi Pegang Lebih dari 5% Saham GoTo

Morgan Stanley membeli sekitar 3,8 miliar saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan harga Rp23 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp87,3 miliar atau US$4,9 juta, jauh di bawah harga Rp50 yang selama ini menjadi batas bawah perdagangan saham di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pembelian dilakukan melalui Morgan Stanley & Co International Plc, unit pialang Morgan Stanley yang berbasis di London. Transaksi tersebut meningkatkan kepemilikan Morgan Stanley menjadi 59,4 miliar saham atau 5,16% hak suara, dari sebelumnya 4,83%.

Kepemilikan yang melewati ambang 5% membuat Morgan Stanley wajib menyampaikan laporan kepada BEI. Dalam laporan itu, saham disebut dimiliki secara langsung untuk tujuan investasi, meskipun sebagian transaksi dicatat dengan kategori berbeda.

Harga Saham Terkunci

Saham GoTo tercatat bertahan di level Rp50 sejak 13 Mei 2026. Harga tersebut merupakan batas minimum perdagangan saham di pasar reguler BEI.

Transaksi di bawah Rp50 masih dapat dilakukan melalui pasar negosiasi, tempat investor dan pembeli menyepakati harga secara langsung untuk transaksi dalam jumlah besar. Di pasar tersebut, saham GoTo sempat diperdagangkan serendah Rp2, sementara harga Rp23 menjadi salah satu level transaksi yang paling ramai.

Kondisi ini membuat saham GoTo dikenal sebagai bagian dari “saham gocap”, yaitu saham yang tertahan pada harga Rp50. Pada 13 Agustus 2026, antrean jual saham GoTo di harga Rp50 mencapai 24,6 miliar saham dan belum seluruhnya terserap pasar.

BEI Siapkan Aturan Baru

BEI berencana menghapus batas minimum harga saham Rp50 dan menggantinya dengan batas bawah Rp1. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, perubahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas serta membantu proses pembentukan harga yang lebih wajar di pasar.

Uji coba sistem bersama perusahaan sekuritas dijadwalkan berlangsung pada 22 dan 29 Agustus 2026. Penerapan aturan baru ditargetkan mulai 7 September 2026.

Saat ini, terdapat 46 perusahaan tercatat yang sahamnya berada di level Rp50. Penghapusan batas bawah diharapkan memberi ruang bagi saham-saham tersebut untuk bergerak sesuai permintaan dan penawaran pasar.

Terdepak dari Indeks MSCI

Masalah likuiditas saham GoTo juga berdampak pada posisinya di indeks global. MSCI membekukan bobot GoTo pada Mei 2026 dan akan menghapus saham tersebut dari indeks Indonesia setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

MSCI menyebut saham GoTo tidak lagi memenuhi aspek “replicability” karena investor yang mengikuti indeks kesulitan memperdagangkan saham dalam jumlah yang sesuai dengan bobot indeks. FTSE Russell sebelumnya juga mengeluarkan GoTo dari indeksnya setelah saham tersebut dipindahkan ke papan pengembangan BEI.

Penghapusan dari indeks MSCI berpotensi mendorong keluarnya dana pasif sekitar Rp1 triliun dari saham GoTo, menurut perkiraan Mirae Asset. Investor asing juga tercatat melakukan penjualan bersih saham GoTo senilai sekitar Rp2,02 triliun sepanjang tahun ini.

Kinerja Bisnis Membaik

Di tengah tekanan terhadap harga saham, kinerja bisnis GoTo menunjukkan perbaikan. Pendapatan bersih perseroan pada semester I 2026 meningkat 28% menjadi Rp10,99 triliun.

GoTo juga mencatatkan laba bersih Rp607 miliar, berbalik dari kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan telah membukukan laba selama dua kuartal berturut-turut.

Pendapatan dari bisnis pinjaman tumbuh 65%. Segmen jasa keuangan juga kini memberikan kontribusi laba yang lebih besar dibandingkan bisnis transportasi dan pesan-antar makanan.

Manajemen tetap mempertahankan proyeksi EBITDA yang disesuaikan pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun untuk tahun 2026. Proyeksi ini dipertahankan meskipun pemerintah menurunkan batas komisi yang dapat dikenakan platform transportasi daring untuk layanan ojek dari 20% menjadi 8% mulai 1 Juli 2026.

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading