Living Lab Ventures (LLV), unit venture capital milik Sinar Mas Land, mengumumkan bahwa Japan Thematic Fund (JTF) berinvestasi pada dua perusahaan, yakni Bumame dari Indonesia dan TWO Inc dari Jepang. Investasi ini dilakukan bersama Spiral Ventures sebagai bagian dari strategi mendorong pengembangan sektor kesehatan dan wellness di Indonesia maupun Jepang.
Bumame dikenal sebagai perusahaan layanan kesehatan yang semula berkembang lewat layanan tes PCR saat pandemi Covid-19. Seiring perubahan kebutuhan pasar, perusahaan tersebut kini memperluas bisnis ke layanan kesehatan preventif, seperti klinik, pemeriksaan kesehatan, skrining genomik, vaksinasi, dan layanan kunjungan ke rumah.
Bumame disebut telah membuka empat klinik dalam waktu kurang dari dua tahun dan menargetkan ekspansi menjadi 10 hingga 20 klinik di wilayah Jabodetabek sebelum berekspansi lebih luas secara nasional. Pada Februari 2025, Bumame juga telah memperoleh pendanaan tahap awal yang dipimpin Alpha JWC Ventures dengan keterlibatan sejumlah pemodal ventura.
Sementara itu, TWO Inc merupakan perusahaan asal Tokyo yang dikenal melalui merek 2foods. Perusahaan ini sebelumnya mengembangkan jaringan kafe makanan berbasis nabati, sebelum kemudian mengalihkan fokus bisnis ke produk pangan fungsional seperti gummy vitamin C dan minuman dengan kandungan ceramide.
TWO Inc pada Juli 2026 mengumumkan penempatan saham senilai 500 juta yen, sehingga total dana yang telah dihimpun perusahaan mencapai 2,2 miliar yen. Namun, dalam pengumuman investasi JTF di Indonesia, nilai penyertaan modal ke TWO Inc maupun Bumame tidak dijelaskan secara rinci.
Investasi ini dikaitkan dengan tema penuaan populasi dan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang lebih preventif dan terintegrasi. Mengutip proyeksi WHO, proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas di kawasan Asia Tenggara akan meningkat dari 11,3 persen pada 2024 menjadi 20,9 persen pada 2050.
Di Indonesia, tren penuaan penduduk juga mulai terlihat. PS melaporkan 11,97 persen penduduk Indonesia pada 2025 berada pada kelompok usia 60 tahun ke atas, sementara proyeksi menuju 2045 berada di kisaran 20 persen.
Japan Thematic Fund sendiri pertama kali diumumkan pada November 2025. Sejumlah investor yang disebut terlibat dalam pendanaan awal antara lain Bank Danamon, Rohto Pharmaceutical, Culture Convenience Club, dan Sinar Mas Land, dengan Cool Japan Fund sempat disebut sebagai salah satu nama penting di balik kendaraan investasi tersebut.
Di sisi lain masa depan Cool Japan Fund tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan tidak lagi dimasukkan dalam pengajuan anggaran fiskal 2027 oleh pemerintah Jepang. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait keberlanjutan komitmen lembaga tersebut terhadap Japan Thematic Fund ke depan.
Bagi Sinar Mas Land, investasi melalui LLV tidak hanya berkaitan dengan potensi imbal hasil finansial, tetapi juga mendukung penguatan ekosistem inovasi di BSD City. Strategi ini terhubung dengan pengembangan D-HUB Special Economic Zone, kawasan ekonomi khusus yang difokuskan pada sektor kesehatan dan pendidikan di BSD City.
Secara keseluruhan, investasi JTF ke Bumame dan TWO Inc menunjukkan arah minat investor terhadap layanan kesehatan preventif, pangan fungsional, dan gaya hidup sehat.





Leave a Reply