PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) membukukan laba bersih Rp214 miliar pada semester I-2025. Laba sebelum pajak tercatat Rp274 miliar. Total aset mencapai Rp37 triliun, naik 18% (yoy), dengan ROA menguat dari 1,29% menjadi 1,53%.
Penyaluran kredit tumbuh 44% (yoy) menjadi Rp26 triliun dengan rasio NPL terjaga di 1,68%. Dana pihak ketiga naik 21% (yoy) menjadi Rp28 triliun dengan komposisi CASA di atas 60%. Perseroan menyebut efisiensi biaya dana dan operasional menopang hasil semesteran tersebut.
Hingga 30 Juni 2025, rata-rata transaksi harian mencapai sekitar 7 juta dengan perputaran dana Rp3,7 triliun.
Fakta kunci (Semester I-2025)
- Laba bersih: Rp214 miliar; laba sebelum pajak: Rp274 miliar.
- Aset: Rp37 triliun (+18% yoy); ROA: 1,53% (naik dari 1,29%).
- Kredit: Rp26 triliun (+44% yoy); NPL: 1,68%.
- DPK: Rp28 triliun (+21% yoy); CASA >60%.
- Rata-rata transaksi harian: ±7 juta; perputaran dana Rp3,7 triliun.
Direktur Utama SeaBank Sasmaya Tuhuleley menyatakan bank akan terus berinovasi pada produk dan layanan, sekaligus memperluas edukasi literasi serta inklusi keuangan.
Dorong transaksi QRIS
Sejalan program pemerataan literasi keuangan, SeaBank menggelar “SeaBank Bijak” untuk pelaku UMKM perempuan di Surakarta pada 23 Juli 2025, bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM & Perindustrian Surakarta dan KPw Bank Indonesia Solo. Kegiatan di PLUT Surakarta ini diikuti 76 peserta.
SeaBank menjalankan kampanye “Pesta Untung SeaBank 2025” pada 8 Agustus–30 September 2025 untuk mendorong transaksi nontunai. Nasabah yang bertransaksi via QRIS minimal Rp20.000 di merchant mana pun mendapat satu tiket undian. Inisiatif ini mendukung perluasan penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional.





