Startup Edtech CARDS Ungkap Strategi Capai Profitabilitas Lewat SaaS-Embedded Finance

2–3 minutes
CARDS mudahkan sekolah kelola sistem administrasi dari ujung ke ujung / CARDS

Sektor teknologi pendidikan (edtech) kerap dipersepsikan sulit mencapai profitabilitas karena perputaran unit ekonomi yang kecil. Namun, CARDS berhasil mematahkan anggapan tersebut melalui laporan kinerja tahun 2025. Perusahaan mencatat skor “Rule of 40” sebesar 53,1%, menandakan kombinasi pertumbuhan dan profitabilitas yang solid di tengah tantangan industri.

Capaian ini didorong oleh transformasi model bisnis dari SaaS murni menjadi Hybrid SaaS-Embedded Finance yang terintegrasi langsung dalam aktivitas keuangan sekolah. Strategi ini memungkinkan CARDS menjaga misi pendidikan sekaligus membangun margin keuntungan yang sehat.

Transisi dari SaaS ke Pendapatan Berbasis Transaksi

Selama bertahun-tahun, banyak platform edtech menghadapi kendala dalam menjual layanan berlangganan ke sekolah akibat sensitivitas harga dan siklus penjualan yang panjang. CARDS merespons tantangan tersebut dengan menyeimbangkan pendapatan berlangganan dan transaksi.

Sepanjang 2025, pendapatan dari biaya transaksi tumbuh 52,8% secara tahunan dan kini menyumbang hampir 40% dari total pendapatan bulanan. Model embedded finance memungkinkan sekolah menggunakan satu sistem terpadu untuk administrasi dan pembayaran, mulai dari SPP hingga transaksi harian siswa, sehingga menciptakan pendapatan berulang tanpa bergantung pada penjualan fitur baru.

“Kami ingin membuktikan bahwa edtech di Indonesia tidak harus memilih antara misi sosial dan profitabilitas, keduanya bisa berjalan beriringan jika model bisnisnya tepat. Saat ini sekolah tidak hanya membutuhkan sistem akademik dan administrasi, tetapi juga sistem operasi keuangan. Dari situlah embedded finance menjadi relevan dan berkelanjutan,” kata Co-Founder & CEO CARDS, Muhammad Arif Mahfudin.

Transformasi CARDS juga tercermin dari lonjakan Gross Transaction Volume (GTV) sebesar 94% YoY. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari pembayaran SPP, tetapi juga transaksi mikro berfrekuensi tinggi seperti pembelian di kantin sekolah.

Fitur Cards Canteen, sistem POS untuk kantin, mencatat pertumbuhan volume transaksi 64% YoY. Ekosistem closed-loop ini meningkatkan retensi pengguna karena transaksi siswa berlangsung setiap hari dalam satu platform yang terintegrasi.

Fokus Pasar Sekolah Tier 2 dan Tier 3

Pesantren jadi lembaga pendidikan yang menjadi fokus utama CARDS / CARDS

Alih-alih bersaing di kota besar dengan biaya akuisisi tinggi, CARDS memilih fokus pada sekolah di kota tier 2 dan 3 serta segmen pesantren. Strategi ini menghasilkan efisiensi signifikan, tercermin dari rasio LTV:CAC sebesar 11 kali.

Pendekatan tersebut juga membantu perusahaan menjaga struktur biaya tetap ramping. Pada 2025, CARDS mencatat pertumbuhan laba bersih 33,7% secara tahunan dengan Net Profit Margin stabil di kisaran 20%.

CARDS mengadopsi strategi pertumbuhan berbasis kemitraan dengan bank nasional untuk memperluas distribusi dan meningkatkan kepercayaan sekolah. Pendekatan ini berkontribusi pada pertumbuhan jumlah mitra sekolah hampir 50% menjadi lebih dari 700 sekolah, serta kenaikan jumlah siswa per sekolah sekitar 20,7%.

“Kami melihat kota lapis kedua dan ketiga justru memiliki kebutuhan nyata akan digitalisasi, dengan kompetisi yang jauh lebih rasional,” ujar Arif.

Arah Baru Edtech Indonesia

Kinerja CARDS sepanjang 2025 menunjukkan bahwa model edtech yang menggabungkan solusi manajemen sekolah dan layanan keuangan dapat mencapai skala sekaligus profitabilitas. Ke depan, perusahaan menargetkan penggandaan basis siswa pada 2026, memperluas penetrasi di sekolah tier 2 dan 3, serta memperkuat kepatuhan regulasi melalui rencana perolehan izin PJP Kategori 1.

Langkah ini menegaskan bahwa edtech di Indonesia tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan pengguna, tetapi juga mampu membangun bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan.

“Pendanaan ke depan bukan untuk menutup kerugian, tetapi sebagai bahan bakar untuk mempercepat akuisisi pasar dan membangun moat regulasi yang kuat,” tutup Arif.

–

Disclosure: DSX Ventures berinvestasi ke CARDS

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading