Perlindungan konsumen menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Tokocrypto Digital Summit 2026 yang digelar sebagai bagian dari Bali Tech Week 2026. Forum ini menyoroti pentingnya pengawasan, keamanan layanan, dan literasi keuangan untuk mengimbangi pertumbuhan industri aset digital Indonesia.
Berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur, Senin (19/10/2026), kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 peserta dari kalangan regulator, pelaku industri global, dan komunitas blockchain. Forum dibuka dengan diskusi bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo, yang membahas kepercayaan digital, tata kelola kecerdasan buatan, dan kolaborasi digital ASEAN.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, perkembangan industri dan pertambahan pengguna membuat tanggung jawab perusahaan tidak lagi terbatas pada penyediaan akses perdagangan kripto.
“Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dengan memperkuat perlindungan konsumen, memperluas literasi keuangan, serta bekerja sama dengan regulator dan pemangku kepentingan industri untuk membangun ekosistem aset digital yang lebih aman, transparan, dan terpercaya,” ujar Calvin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Regulasi dan Kualitas Pasar
Deputi Direktur Pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Satrio Nugroho mengatakan, kerangka regulasi yang kuat diperlukan agar inovasi berjalan secara bertanggung jawab sekaligus melindungi konsumen dan investor. Menurutnya, OJK terus berfokus pada penguatan pengawasan pasar, transparansi, dan literasi keuangan masyarakat.
“Kami meyakini pertumbuhan industri yang berkelanjutan harus dibangun di atas kepercayaan, akuntabilitas, dan pemahaman yang jelas tentang peluang sekaligus risiko aset kripto,” kata Satrio.
Siaran pers tersebut mengutip data OJK yang mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia mencapai 23,21 juta per Agustus 2026. Dengan skala tersebut, Global Policy Lead dan Director of Regulatory Policy Binance Steven McWhirter menilai ukuran keberhasilan industri perlu bergeser dari pertumbuhan menuju kualitas pasar.
“Ukuran berikutnya adalah apakah skala sebesar itu didukung kejelasan regulasi, pengawasan yang efektif, tata kelola yang kuat, dan perlindungan konsumen yang konsisten,” ujarnya.
Steven menambahkan, kejelasan dan konsistensi aturan membantu pelaku usaha memahami persyaratan perizinan serta ekspektasi pengawasan untuk beroperasi dalam jangka panjang. Ia menilai Indonesia dapat mengambil praktik terbaik internasional dengan tetap menyesuaikannya terhadap struktur pasar, karakteristik konsumen, dan prioritas kebijakan nasional.
Penguatan Keamanan dan Literasi
Chief Operating Officer Tokocrypto Dema Tio mengatakan, pengembangan produk dan layanan tidak boleh mengorbankan keamanan konsumen. Perusahaan menyebut telah memperkuat keamanan melalui sertifikasi ISO 27001, autentikasi dua faktor, verifikasi biometrik, serta publikasi bukti cadangan aset atau proof of reserves.
“Kami percaya kolaborasi berkelanjutan antara regulator dan pelaku industri penting agar ekosistem aset digital Indonesia tumbuh secara bertanggung jawab dan tetap dipercaya publik,” ujar Dema.
Tokocrypto juga menyatakan akan memperluas program literasi keuangan di Indonesia. Inisiatif tersebut ditujukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik sebelum berpartisipasi dalam perdagangan aset digital.
Pengguna dan Transaksi Terus Bertumbuh
Pembahasan perlindungan konsumen berlangsung di tengah pertumbuhan bisnis Tokocrypto. Perusahaan melaporkan jumlah penggunanya telah melampaui 5 juta. Pada semester I 2026, volume transaksi layanan OTC meningkat lebih dari 60 kali lipat dibandingkan semester II 2025, sementara jumlah pengguna aktif bertambah lebih dari 75%.
Sepanjang Januari–September 2026, jumlah pengguna baru yang melakukan setoran pertama naik 50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlahnya juga meningkat 20% dari kuartal II ke kuartal III 2026. Menurut perusahaan, rata-rata sekitar 90% pengguna baru yang melakukan setoran pertama melanjutkan aktivitas transaksi.
Di sisi produk, Tokocrypto menyatakan telah menyediakan 78 saham tertokenisasi per Oktober 2026, melampaui target awal sebanyak 75 saham pada akhir tahun. Seiring perluasan layanan tersebut, perusahaan menyatakan fokusnya tidak hanya pada penambahan pengguna, tetapi juga edukasi, kepercayaan, dan keamanan.
Dalam keterangannya, Tokocrypto turut mengingatkan bahwa perdagangan aset kripto berisiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Pengguna perlu memahami risiko serta ketentuan layanan sebelum bertransaksi.





Leave a Reply