Arysun Raih Pendanaan Pre-Seed US$575 Ribu, Dorong Adopsi Tenaga Surya Rumah Tangga

1–2 minutes
Para pengguna awal produk starter-kit Arysun di Indonesia mengklaim berhasil menghemat tagihan listrik hingga lebih dari 50% / Arysun

Startup teknologi iklim Arysun resmi mengumumkan perolehan pendanaan pre-seed sebesar US$575.000 atau sekitar Rp9,5 miliar untuk memperluas akses energi surya bagi rumah tangga kelas menengah di Asia Tenggara. Pendanaan ini dipimpin oleh Wavemaker Impact, dengan partisipasi dari First Move Fund.

Didirikan oleh Ng Aik-Phong, Arysun hadir untuk menjawab kebutuhan energi terbarukan yang kian mendesak di tengah lonjakan tarif listrik dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim. Perusahaan merancang solusi tenaga surya yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, agar lebih terjangkau dan mudah diadopsi.

“Kami percaya tenaga surya harus bisa diakses oleh semua orang. Kuncinya adalah menciptakan solusi yang tepat sasaran dan hemat biaya. Setiap elektron hijau harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Aik-Phong.

Arysun menargetkan segmen rumah tangga berpenghasilan menengah yang selama ini masih kurang terlayani dalam ekosistem energi terbarukan. Di Indonesia sendiri, tarif listrik non-subsidi telah naik sekitar 5% sejak 2022 dan dapat memakan hingga 10% dari pendapatan bulanan rumah tangga kelas menengah.

Para pengguna awal produk starter-kit Arysun di Indonesia mengklaim berhasil menghemat tagihan listrik hingga lebih dari 50%, memperlihatkan potensi signifikan dari adopsi rooftop solar yang tepat guna.

“Dengan makin terjangkaunya teknologi panel surya, kini rooftop solar menjadi salah satu aset dengan return tertinggi bagi keluarga kelas menengah,” tambah Guillem Segarra, Principal Wavemaker Impact.

Pendanaan ini akan digunakan Arysun untuk memperluas tim, meningkatkan pemasangan sistem di Indonesia sebagai pasar utama, serta menjalin kemitraan dengan lembaga pembiayaan, pemasok, dan teknisi solar lokal. Dalam jangka menengah, perusahaan juga berencana mengembangkan platform digital guna mempercepat adopsi energi surya di kawasan.

Asia Tenggara diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi global keempat pada 2035, dengan lonjakan rumah tangga kelas menengah dan kebutuhan listrik rumah tangga yang meningkat tajam. Arysun optimistis dapat membantu mendorong transisi kawasan menuju energi bersih, dengan target jangka panjang mengurangi 100 juta ton emisi karbon setiap tahun.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading