Platform buy now pay later (BNPL) Atome mengamankan fasilitas kredit baru senilai US$345 juta, meningkat dari US$200 juta yang diperoleh pada 2024. Pembiayaan ini memperkuat kapasitas perusahaan dalam menyalurkan kredit konsumsi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam transaksi tersebut, HSBC kembali bertindak sebagai structuring bank sekaligus mandated lead arranger and bookrunner (MLAB). DBS turut bergabung sebagai MLAB dalam fasilitas kredit terbaru ini.
Sejumlah kreditur lama kembali berpartisipasi, termasuk Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Cathay United Bank. Sementara itu, Shanghai Pudong Development Bank tercatat sebagai pemberi pinjaman baru dalam sindikasi tersebut.
Fokus Ekspansi BNPL dan Kartu Pay Later
Fasilitas kredit baru ini akan digunakan untuk mempercepat ekspansi bisnis BNPL dan pembiayaan Atome di berbagai pasar Asia Tenggara. Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk memperluas jangkauan Atome Pay Later Anywhere Card di Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Chief Commercial Officer Atome, Andy Tan, menyatakan perusahaan kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan portofolio pinjaman yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, Atome menargetkan perluasan solusi kredit yang transparan dan fleksibel bagi merchant maupun konsumen.
Kinerja Keuangan Atome Financial
Berdasarkan laporan keuangan yang tercatat di platform data Handshakes, Atome Financial—yang menaungi bisnis BNPL Atome, Atome PayLater Anywhere Card, serta Kredit Pintar—membukukan pendapatan sebesar S$11,4 juta pada 2024, turun dari S$18,6 juta pada 2023.
Dari sisi profitabilitas, laba perusahaan juga mengalami penurunan signifikan menjadi S$861.980 pada 2024, dibandingkan S$19,7 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan fase investasi dan ekspansi bisnis yang masih berlangsung di sejumlah pasar utama.
Atome merupakan bagian dari Advance Intelligence Group, grup teknologi keuangan regional yang aktif mengembangkan layanan kredit digital dan pembayaran di Asia Tenggara.






Leave a Reply