Bahana Artha Ventura Kucurkan Pendanaan Debt Rp50 Miliar ke Fairbanc

2–3 minutes
Penandatanganan kerja sama antara BAV dengan Fairbanc / BAV

PT Bahana Artha Ventura (BAV) dan PT Fairbanc Technologies Indonesia (Fairbanc) secara resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pinjaman modal usaha produktif kepada mitra Fairbanc melalui rekomendasi pengguna layanan Enterprise Resource Planning (ERP) Fairbanc.

Salah satu realisasinya, BAV memberikan pendanaan debt senilai $3,13 juta atau setara Rp50 miliar. Ini sekaligus menjadi pendanaan debt kedua yang didapatkan Fairbanc tahun ini dari entitas BUMN. Awal tahun lalu, perusahaan juga mendapatkan suntikan dana $13,3 juta (sekitar Rp209 miliar) dari Pegadaian.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang berlangsung di kantor BAV, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi dari kedua pihak, termasuk Agus Wicaksono, Direktur Utama BAV, dan Mir Haque, Founder & CEO Fairbanc. Dalam kemitraan ini, Fairbanc berperan sebagai agen pembiayaan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara BAV menyediakan produk pinjaman.

Dengan pendanaan ini, diharapkan Fairbanc dapat menyalurkan pembiayaan pada kuartal pertama tahun 2025. Fokus utamanya adalah mitra usaha Fairbanc yang bergerak di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), alat kesehatan, farmasi, dan industri sejenis lainnya.

Menurut Mir Haque, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau jutaan pengusaha kecil yang membutuhkan akses pembiayaan jangka pendek. “Kami melihat ini sebagai peluang luar biasa untuk mengangkat UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Agus Wicaksono juga menyampaikan optimismenya. “Kerja sama ini diharapkan mempermudah mitra UMKM dari Fairbanc dalam mengakses modal usaha produktif,” ungkapnya.

Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi BAV dan Fairbanc tetapi juga mendukung pengembangan UMKM secara lebih luas. Dengan akses permodalan yang lebih mudah, UMKM diharapkan dapat berkembang lebih pesat, memperkuat posisi mereka dalam perekonomian nasional.

PT Bahana Artha Ventura adalah anak perusahaan dari Indonesia Financial Group (IFG), yang didirikan pada tahun 1991. BAV memiliki misi mendukung sektor riil dengan menyediakan pembiayaan modal ventura serta pendampingan manajemen bagi UMKM. Saat ini, BAV dimiliki oleh IFG (84,74%), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (15,10%), dan Koperasi Karyawan PT BPUI (0,15%).

Sementara Fairbanc adalah pengembang layanan embedded finance yang menyediakan solusi tempo pembayaran terintegrasi untuk pelanggan UMKM yang terintegrasi dengan AI/ML. Platformnya terhubung dengan sistem ERP merek konsumen global dengan ekosistem pedagang besar seperti Nestle, dan telah melibatkan lebih dari 550 ribu pedagang di platformnya dan 200 ribu lebih pedagang sudah mendapatkan pendanaan.

Berkat kemitraannya dengan merek besar, Fairbanc mampu memberikan pinjaman BNPL ke pedagang tanpa perlu mengajukan melalui smartphone. Perusahaan menggunakan credit scoring berbasis AI yang dapat membantu memproses pinjaman microcredit secara instan.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading