Blibli Catat Lonjakan Pendapatan di Kuartal III 2025

2–3 minutes
Blibli masih lanjutkan strategi omnichannel / Blibli

PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli, IDX: BELI) membukukan kinerja solid pada kuartal III 2025. Pendapatan bersih konsolidasian naik 32% yoy menjadi Rp5,64 triliun, ditopang penjualan kategori elektronik—terutama smartphone—ke ritel dan klien institusi. Secara sembilan bulan pertama (9M25), pendapatan naik 26% yoy menjadi Rp15,24 triliun. Take rate juga melebar dari 6,7% (9M24) menjadi 8,4% (9M25) seiring pertumbuhan GPBD pada segmen 1P Retail dan toko fisik. Beban operasional terhadap TPV turun dari 7,4% menjadi 7,2%; margin EBITDA terhadap TPV membaik 40 bps.

Manajemen menyatakan momentum pertumbuhan tetap terjaga di tengah persaingan ketat. Integrasi Dekoruma ke program loyalitas Blibli Tiket Rewards sejak September 2025 diharapkan memperkuat retensi pelanggan. Blibli juga menyebut penunjukan untuk peluncuran iPhone 17 di Indonesia sebagai bukti kemitraan strategis dengan prinsipal global.

Dorongan dari tiap segmen

  • 1P Retail. GPBD tumbuh 16% yoy (3Q25) dan 90% yoy (9M25). Take rate segmen ini mencapai 22,6%; TPV dan pendapatan masing-masing naik 19% dan 11% yoy (9M25). Performa ditopang peluncuran smartphone baru serta produk olahraga & kebugaran.
    Jaringan pemenuhan pesanan berbasis 13 gudang (±200 ribu m²) dan 19 hub memungkinkan layanan kirim 2 jam untuk >350 ribu SKU di >40 kota.
  • 3P Retail & OTA. GPBD naik 5% yoy (3Q25) dan 18% yoy (9M25), didorong margin lebih tinggi dari akomodasi dan pengalaman di tiket.com. TPV dan pendapatan segmen naik 1% dan 15% yoy (9M25). Platform tiket.com menawarkan tiket dari 143 maskapai, >3,6 juta opsi akomodasi (termasuk >2,2 juta alternatif), serta >77.700 aktivitas dan >4.200 event.
  • Institusi. GPBD tumbuh 30% yoy (3Q25) dan 16% yoy (9M25); belanja per klien naik 31% menjadi Rp92,4 juta. TPV dan pendapatan naik 20% dan 44% yoy (9M25). Jumlah klien institusi melampaui 107 ribu dengan monetisasi meningkat dari 49% (9M24) menjadi 59% (9M25).
  • Toko fisik & ritel premium. GPBD naik 30% yoy (3Q25) dan 50% yoy (9M25), ditopang peluncuran smartphone baru dan ekspansi gerai hello (Apple), Huawei, serta multibrand Blibli; jaringan Ranch Market juga mencatat margin lebih baik. Hingga akhir September 2025, Blibli mengoperasikan 236 toko elektronik (127 monobrand, 109 multibrand), 58 supermarket premium, dan 38 pusat pengalaman home & living.

Arus kas dan inisiatif ESG

Pada 9M25, arus kas operasi tercatat minus Rp2,76 triliun; investasi minus Rp178 miliar; dan pembiayaan plus Rp2,13 triliun. Kas & setara kas per 30 September 2025 sebesar Rp1,64 triliun (31 Desember 2024: Rp2,45 triliun).

Di sisi keberlanjutan, Blibli menjalankan program Blibli Tiket Action: inisiatif pengembalian kemasan (Take-Back Packaging), Green Delivery dengan EV, perluasan trade-in hingga produk gaya hidup, serta donasi Misi Tanam Pohon. Perusahaan mempertahankan sertifikasi PCI DSS 4.0 Merchant Level 1 dan meraih pengakuan SWA Most Reputable Company Champions.

Prospek

Blibli melihat momentum berlanjut hingga akhir tahun, ditopang integrasi ekosistem omnichannel, optimalisasi gudang Marunda untuk efisiensi inventori & pemenuhan, pemanfaatan AI untuk personalisasi, serta disiplin biaya dan alokasi modal.

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading