Carro Raih Investasi Strategis dari Woori, Catat Pertumbuhan EBITDA 11x Lipat

1–2 minutes
[Ki-Ka] Aaron Tan (Co founder & CEO Carro) dan Ernest Chew (CFO Carro) / Carro

Carro, platform jual beli mobil bekas online di Asia Tenggara, berhasil menutup tahun fiskal 2024 dengan capaian gemilang. Selain mencatatkan pertumbuhan EBITDA hingga 11x lipat dibanding tahun sebelumnya, Carro juga menerima investasi strategis dari Woori Venture Partners, memperkuat ekspansi bisnisnya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tidak disebutkan detail investasi yang diterima.

Carro melaporkan EBITDA sebesar S$43 juta (sekitar $32 juta), margin EBITDA sebesar 4%, serta laba kotor sebesar S$124 juta ($92 juta), meningkat 49% dibandingkan tahun lalu. Margin laba kotor juga mengalami kenaikan menjadi 12% dari sebelumnya 8%, didorong oleh pendapatan tambahan dari ekosistem bisnis.

“Capaian ini menunjukkan keunggulan unik model bisnis kami yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi dan data. Fokus kami adalah meningkatkan profitabilitas dan skalabilitas di pasar utama,” ujar Aaron Tan, Co-Founder dan Group CEO Carro.

Perluasan Pasar dan Ekspansi Teknologi

Dalam 12 bulan terakhir, Carro memperluas kehadirannya ke tujuh pasar baru, termasuk Hong Kong dan Jepang. Selain itu, bisnis fintech Carro, Genie Financial Services, berhasil menjaga rasio kredit macet (NPL) di bawah 0,5%, jauh lebih baik dari standar industri. Total pinjaman yang diberikan mencapai 496 juta dolar Singapura (370 juta dolar AS).

Carro juga mengembangkan produk insurtech dengan ZA Tech dan meluncurkan layanan perbaikan serta purnajual melalui “Carro Care Powered by Jardine & Cycle”.

Investasi strategis dari Woori Venture Partners menandai langkah penting bagi Carro dalam menggarap pasar Asia Tenggara, terutama Indonesia. Pasar mobil bekas di Indonesia diproyeksikan mencapai $56,3 miliar pada 2024 dan terus tumbuh hingga $74,4 miliar pada 2029. Dukungan Woori, yang memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di dunia modal ventura, akan membantu Carro memperluas inklusi keuangan di kawasan ini.

“Kami percaya Carro memiliki potensi besar untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan menguntungkan. Investasi ini menunjukkan kepercayaan kami terhadap visi jangka panjang Carro,” ujar Alan Ang, Direktur Woori Venture Partners.

Didirikan pada 2015, Carro kini menjadi pemimpin pasar dengan lebih dari 5.000 karyawan di seluruh Asia Pasifik. Dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning, Carro siap memperkuat posisinya sebagai platform utama di industri mobil bekas yang terus berkembang.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading