Circulate Capital Berinvestasi ke Dua Perusahaan Daur Ulang Sampah Plastik, Dorong Ekonomi Sirkular Indonesia

1–2 minutes
Sampah plastik salah satunya diolah kembali jadi flakes / polindoutama

Circulate Capital, perusahaan investasi yang fokus pada ekonomi sirkular, mengumumkan dua investasi terbarunya di Indonesia dengan mendukung perusahaan daur ulang plastik Pelita Mekar Semesta (PMS) dan Polindo Utama (Polindo). Investasi ini bertujuan memperluas solusi daur ulang yang dapat diskalakan serta memenuhi kebutuhan plastik daur ulang yang terus meningkat.

Sebelumnya Circulate Capital juga sempat berinvestasi dalam bentuk debt ke startup daur ulang sampah plastik Tridi Oasis.

“Indonesia adalah pasar penting untuk mengembangkan solusi ekonomi sirkular secara global. Dengan dukungan modal, bantuan teknis, dan akses pasar yang tepat, PMS dan Polindo berpotensi menjadi pemimpin nasional maupun regional dalam mengelola limbah plastik,” ujar Dondi Hananto, Associate Investment Partner Circulate Capital di Asia Tenggara dan Kepala Operasional Indonesia.

Pelita Mekar Semesta yang beroperasi di Jawa Timur, memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mendaur ulang plastik jenis polyolefin, yang umum digunakan dalam kemasan sehari-hari. Dana investasi dari Circulate Capital akan meningkatkan kapasitas produksi PMS tiga kali lipat, khususnya untuk produk pellet daur ulang berkualitas tinggi, serta mendukung pengembangan infrastruktur pengumpulan dan pemilahan sampah.

Sementara Polindo Utama, spesialis dalam mendaur ulang PET yang digunakan dalam botol air dan soda, akan memperluas kapasitas daur ulangnya serta mengolah jenis plastik tambahan. Setiap tahunnya, Polindo mengumpulkan dan mendaur ulang lebih dari 2,8 miliar botol plastik. Investasi ini memungkinkan Polindo memenuhi permintaan pasar terhadap bahan daur ulang berkualitas tinggi dan dapat dilacak.

Dengan skala operasi yang ditargetkan, PMS dan Polindo diproyeksikan mampu mengelola sekitar 320.000 ton limbah plastik secara kumulatif hingga 2030, menambahkan lebih dari 30.000 ton kapasitas daur ulang baru, serta meningkatkan kesejahteraan lebih dari 10.000 pekerja di seluruh rantai nilai.

Karyanto Wibowo dari Danone Indonesia menyatakan bahwa investasi ini krusial dalam membangun infrastruktur daur ulang yang kuat seiring pertumbuhan ekonomi negara. Nurdiana Darus dari Unilever Indonesia juga menegaskan peran penting pendaur ulang dalam mengatasi tantangan limbah dan mewujudkan ekonomi sirkular yang inklusif.

Circulate Capital saat ini telah mendukung 23 perusahaan di Asia dan Amerika Latin. Sebelumnya, perusahaan ini berhasil menambah kapasitas daur ulang sebanyak 455.000 ton per tahun, mengurangi 627.000 ton emisi CO₂, dan meningkatkan kesejahteraan lebih dari 6.600 pekerja di berbagai negara.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading