Grup GoTo melaporkan kinerja kuartal III/2025 dengan capaian penting: untuk pertama kalinya perseroan membukukan laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar Rp62 miliar dan menaikkan panduan (guidance) EBITDA yang disesuaikan 2025 menjadi Rp1,8–1,9 triliun dari sebelumnya Rp1,4–1,6 triliun.
Pada level grup, GTV inti mencapai Rp102,8 triliun (naik 43% yoy) dengan pendapatan bersih Rp4,7 triliun (naik 21% yoy). EBITDA yang disesuaikan menembus rekor Rp516 miliar (naik 239% yoy), sementara EBITDA tercatat positif empat kuartal beruntun sebesar Rp369 miliar. GoTo juga menyebut ATU di Indonesia naik 33% menjadi 61,1 juta.
Arus kas bebas yang disesuaikan tercatat positif Rp247 miliar, dan posisi kas, setara kas, serta deposito jangka pendek per 30 September 2025 berada di Rp18 triliun. Manajemen menyatakan performa ditopang pertumbuhan pendapatan dan disiplin biaya di seluruh lini.
Fintech jadi motor pertumbuhan
Segmen layanan keuangan mencatat GTV inti Rp95,3 triliun (naik 48% yoy) dan pendapatan bersih Rp1,5 triliun (naik 55% yoy). Pendapatan pinjaman tumbuh 84% yoy menjadi Rp1,0 triliun, dengan nilai buku pinjaman konsumen mencapai Rp7,6 triliun (naik 76% yoy). EBITDA yang disesuaikan di segmen ini berbalik positif Rp136 miliar, meningkat Rp201 miliar secara tahunan. GoTo juga mencatat lebih dari 500 juta transaksi dalam sebulan pada September, dengan MTU fintech 24,2 juta (naik 29% yoy).
On-Demand kian efisien
Pada layanan on-demand, GTV mencapai Rp16,7 triliun (naik 2% yoy) dengan pendapatan bersih Rp3,2 triliun (naik 10% yoy). EBITDA yang disesuaikan melonjak 115% yoy menjadi Rp336 miliar—kenaikan lima kuartal beruntun—ditopang bauran produk, monetisasi iklan, dan pengendalian insentif. Rinciannya: Mobility membukukan pendapatan bersih Rp796 miliar (naik 11% yoy) dan EBITDA yang disesuaikan Rp190 miliar (naik 3% yoy); Delivery mencatat pendapatan bersih Rp2,4 triliun (naik 10% yoy) dan EBITDA yang disesuaikan Rp189 miliar (naik 1.354% yoy).
Akselerasi AI dan inisiatif ESG
GoTo mengeklaim peningkatan efisiensi melalui pelatihan LLM lanjutan dan peluncuran platform AI internal bersama. Integrasi AI disebut meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 6% dan memperbaiki kinerja penagihan. Dari sisi ESG, skor Penilaian Keberlanjutan Perusahaan S&P Global naik enam poin—menempatkan GoTo di persentil ke-91—serta mempertahankan peringkat “A” MSCI ESG.
Panduan 2025 dinaikkan
Dengan memanfaatkan skala dan sinergi ekosistem, GoTo menaikkan panduan EBITDA yang disesuaikan setahun penuh 2025 ke Rp1,8–1,9 triliun, seraya tetap mencermati dinamika persaingan, inflasi biaya, dan kondisi makro.





