Grab melaporkan kinerja solid pada Kuartal III 2025: pendapatan naik 22% secara tahunan menjadi US$873 juta, berbalik laba US$17 juta, dan Adjusted EBITDA tumbuh 51% menjadi US$136 juta. Perseroan juga menaikkan panduan 2025—pendapatan US$3,38–US$3,40 miliar dan Adjusted EBITDA US$490–US$500 juta.
Sorotan kinerja
- On-Demand GMV naik 24% yoy menjadi US$5,8 miliar, didorong pertumbuhan MTU dan transaksi, sementara insentif On-Demand setara 10,1% GMV (flat secara kuartalan). Laba operasi tercatat US$27 juta.
- Likuiditas kas bruto US$7,4 miliar; Adjusted Free Cash Flow kuartalan US$203 juta dan TTM US$283 juta.
Deliveries: pertumbuhan iklan mempertebal margin
Pendapatan Deliveries naik 23% yoy menjadi US$465 juta; GMV tumbuh 26% menjadi US$3,73 miliar. Margin Segment Adjusted EBITDA/GMV membaik ke 2,1%. Jumlah pengiklan aktif kuartalan di platform self-serve bertambah 15% menjadi 228 ribu, dengan rata-rata belanja iklan naik 41% yoy; pendapatan merchant Deliveries juga naik 12% yoy.
Mobility: tarif lebih terjangkau, pendapatan mitra naik
Pendapatan Mobility tumbuh 17% yoy; GMV meningkat 20% menjadi US$2,04 miliar. Tarif rata-rata turun 7% yoy untuk meningkatkan keterjangkauan, sementara pendapatan rata-rata mitra pengemudi naik 4% yoy. Margin Segment Adjusted EBITDA/GMV berada di 8,9%.
Layanan keuangan: pinjaman dan bank digital menguat
Pendapatan Financial Services naik 39% yoy menjadi US$90 juta. Penyaluran pinjaman tumbuh 56% yoy ke US$886 juta, dengan portofolio pinjaman naik 65% yoy ke US$821 juta. Sejalan ekspansi, Segment Adjusted EBITDA segmen ini rugi US$28 juta (membesar 8% yoy) akibat kenaikan pencadangan kerugian kredit. Dana pihak ketiga di GXS Bank (Singapura) dan GX Bank (Malaysia) naik 20% yoy menjadi US$1,31 miliar (turun 15% qoq seiring penyesuaian biaya dana). Di Indonesia, Superbank mencatat pertumbuhan nasabah simpanan >20% qoq berkat fitur OVO Nabung.
Inisiatif strategis & outlook
Grab menyiapkan layanan autonomous vehicle perdana untuk konsumen di Singapura, Ai.R, bersama WeRide (uji penumpang awal ditargetkan awal 2026). Grab juga mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan May Mobility untuk integrasi teknologi mengemudi otonom ke ekosistem Grab di Asia Tenggara.





