International Finance Corporation (IFC), anggota Grup Bank Dunia, berencana berinvestasi senilai US$30 juta (sekitar Rp496,8 miliar) ke PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana), startup biofarmasi berbasis di Indonesia – hal ini seperti diungkapkan dalam keterbukaan di situs IFC. Investasi ini bertujuan untuk mendukung rencana ekspansi Etana dalam meningkatkan kapasitas produksi lokal vaksin dan obat biologis.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan total dana hingga US$60 juta, dengan setengahnya berasal dari IFC dan sisanya diharapkan dari investor lain. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan fasilitas produksi, transfer teknologi, serta proses perizinan yang diperlukan.
Etana, yang didirikan pada 2014 oleh Nathan Tirtana, merupakan pemain kunci dalam pengembangan terapi penyakit tidak menular seperti kanker dan penyakit ginjal, serta penyakit menular. Perusahaan ini baru saja meluncurkan dua produk terapi kanker baru—ETAPIDI® (tislelizumab) dan BRUKINSA® (zanubrutinib)—dalam acara Etana Oncology Summit yang digelar pada April 2025 di Jakarta. Kedua produk ini dikembangkan bersama mitra global Etana, yaitu BeiGene, dan diharapkan dapat memperluas akses terapi kanker inovatif yang terjangkau bagi pasien di Indonesia.
“Peluncuran ini merupakan tonggak penting dalam komitmen Etana menyediakan solusi terapi kanker inovatif. Kami percaya ETAPIDI® dan BRUKINSA® akan membawa harapan baru bagi pasien kanker di Indonesia,” ujar Nathan Tirtana, Direktur Utama Etana.
IFC menyebutkan bahwa investasi ini tak hanya memberikan dukungan finansial jangka panjang bagi Etana yang sedang dalam fase ekspansi, tetapi juga membawa nilai tambah non-finansial. IFC akan berbagi praktik terbaik global dan membuka jejaring mitra internasional guna memperkuat posisi Etana di kawasan ASEAN.
Etana sebelumnya juga telah menerima dukungan dari sejumlah investor seperti DEG, Yunfeng Capital, HighLight Capital, East Ventures, Legend Capital, dan UOB Venture Management. Perusahaan telah terlibat dalam berbagai inisiatif besar seperti program Indonesian Health Sector Growth dan ASEAN Vaccine Development and Manufacturing Research, yang mendorong ketahanan sektor kesehatan dan kolaborasi regional.
Dengan fasilitas produksi bersertifikasi halal dan memenuhi standar BPOM dan internasional, Etana kini memproduksi terapi berbasis antibodi monoklonal, mRNA, serta platform biologis lainnya. Etana menargetkan menjadi pemimpin industri biofarmasi di kawasan ASEAN, dengan fokus utama pada onkologi dan vaksin.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply