Indonesia Gandeng ARM Bangun Ekosistem Semikonduktor, Investasi Awal US$125 Juta

1–2 minutes
Semikonduktor dinilai strategis untuk mendukung industri masa kini / Unsplash

Pemerintah Indonesia menyiapkan investasi awal sebesar US$125 juta atau sekitar Rp2,1 triliun untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional melalui kerja sama dengan Inggris. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat industri masa depan dan meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa rencana tersebut telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah akan menggandeng perusahaan desain semikonduktor asal Inggris, ARM, dalam pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia.

Pendanaan awal tersebut disiapkan untuk membangun fondasi industri semikonduktor, khususnya pada aspek perancangan dan pengembangan teknologi chip. Airlangga menyebut nilai investasi tersebut masih berpeluang untuk ditingkatkan seiring dengan perkembangan kerja sama ke depan.

Menurut Airlangga, pengembangan semikonduktor bersifat strategis karena kebutuhan chip terus meningkat di berbagai sektor, mulai dari elektronik, otomotif, internet of things, hingga pusat data. Ia menilai hampir seluruh rumah tangga dan kendaraan saat ini bergantung pada komponen semikonduktor.

Pemerintah juga menargetkan penguasaan rantai industri semikonduktor secara bertahap. Rantai tersebut mencakup pengolahan silikon hingga menjadi wafer, serta proses perakitan, pengujian, dan pengemasan chip. Penguasaan ekosistem ini dinilai penting untuk mendorong hilirisasi berbasis sumber daya dalam negeri.

Meski mengakui Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain, Airlangga menilai peluang untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka lebar. Besarnya pasar domestik disebut menjadi modal utama dalam strategi percepatan pengembangan industri semikonduktor nasional.

Pengembangan industri chip juga diarahkan untuk mendukung kemandirian industri nasional dan memperkuat daya saing Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan semikonduktor untuk kendaraan listrik, sistem bantuan pengemudi, serta digitalisasi ekonomi di berbagai sektor.

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading