Di tengah akselerasi transformasi digital di Asia, PT Labamu Sejahtera Indonesia menyoroti peran ERP dan artificial intelligence (AI) sebagai penggerak efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis di ajang B2B Tech Asia 2026. Labamu hadir melalui sesi diskusi bertajuk The Future of Retail Operations: How ERP and Autonomous AI Are Reshaping the Enterprise.
Founder sekaligus CEO Labamu, Emmanuel van de Geer, mengatakan ERP kini berkembang dari sekadar alat operasional menjadi platform strategis yang menghubungkan proses bisnis, data, dan kecerdasan berbasis AI. Menurut dia, tantangan perusahaan saat ini bukan lagi mengumpulkan data, melainkan mengubahnya menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
“Saat ini perusahaan menghasilkan data operasional dalam jumlah yang sangat besar. Tantangannya bukan lagi mengumpulkan data, tetapi bagaimana mengubahnya menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan lebih cepat, bekerja lebih efisien, dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan,” kata Emmanuel van de Geer.
Dalam sesi tersebut, Emmanuel menekankan bahwa nilai utama ERP modern terletak pada kemampuannya membantu perusahaan bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih adaptif di tengah persaingan yang ketat. Labamu memosisikan pendekatan ini sebagai bagian dari solusi bagi bisnis yang ingin membangun operasional yang lebih terhubung dan skalabel.
ERP jadi fondasi
Melalui platform ERP, Labamu mengintegrasikan berbagai proses bisnis, mulai dari perencanaan produksi, pengadaan, persediaan, pergudangan, distribusi, hingga pelaporan dalam satu sistem. Pendekatan ini ditujukan untuk memberi visibilitas operasional yang lebih menyeluruh bagi perusahaan, terutama di sektor manufaktur.
Labamu juga menyebut telah mendorong adopsi teknologi di industri manufaktur melalui kolaborasi dengan sejumlah asosiasi, termasuk Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Di sisi lain, solusi Restaurant Management System (RMS) mereka ditujukan untuk restoran dan bisnis multi-cabang yang membutuhkan pengelolaan transaksi, dapur, inventaris, pembayaran, dan hubungan pelanggan dalam satu platform terpusat.
Suara dari Labamu
Co-Founder sekaligus COO Labamu, Kamal Shivdasani, menilai B2B Tech Asia menjadi ruang penting bagi pelaku industri untuk bertukar ide, berbagi praktik terbaik, dan mencari solusi atas tantangan bisnis. Ia menegaskan bahwa kehadiran Labamu bukan hanya untuk menghadirkan perangkat lunak, tetapi juga untuk ikut membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat dan terdigitalisasi.
“B2B Tech Asia menjadi wadah penting bagi para pelaku industri untuk bertukar ide, berbagi praktik terbaik, sekaligus mencari solusi teknologi atas berbagai tantangan bisnis. Di Labamu, kami tidak hanya menghadirkan perangkat lunak, tetapi juga ingin berkontribusi dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat dan semakin terdigitalisasi,” kata Kamal Shivdasani.
Kamal menambahkan bahwa bisnis yang memiliki fondasi operasional kuat akan lebih siap memanfaatkan AI untuk efisiensi, optimalisasi sumber daya, dan keputusan strategis yang lebih cepat. Ia menilai sistem yang terintegrasi akan menjadi pembeda penting bagi perusahaan yang ingin tumbuh secara berkelanjutan.
Labamu merupakan platform ERP dan manajemen bisnis terintegrasi untuk usaha kecil dan menengah yang membantu pengelolaan operasi, penjualan, inventaris, keuangan, produksi, dan hubungan pelanggan dalam satu sistem. Perusahaan ini juga menyebut didukung oleh Standard Chartered Ventures dan telah digunakan oleh puluhan ribu pelaku usaha di Indonesia.
Melalui misi #GrowthSimplified, Labamu menegaskan fokusnya untuk membantu pelaku usaha menyederhanakan proses bisnis yang kompleks dan memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.





Leave a Reply