Blibli Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 14% di Tahun 2024 Senilai Rp14,7 Triliun

2–3 minutes
Perseroan mengklaim berhasil menjaga performa positif di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar yang berubah / Blibli

PT Global Digital Niaga Tbk, perusahaan yang menaungi Blibli, Tiket.com, Ranch Market dan Dekoruma, mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih konsolidasi sebesar 14% sepanjang tahun 2024, menjadi Rp16,7 triliun dari Rp14,7 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan signifikan segmen institusi dan kinerja kuat di segmen ritel.

Perseroan juga melaporkan peningkatan laba bruto sebesar 37% menjadi Rp3,3 triliun, seiring dengan meningkatnya take rate dari 5,1% menjadi 6,9%. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (GPBD) yang melonjak 45% dibanding tahun sebelumnya.

Ikhtisar laporan keuangan Blibli / BELI

CEO PT Global Digital Niaga Tbk, Kusumo Martanto, menyatakan bahwa perseroan berhasil menjaga performa positif di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar yang berubah. Strategi perusahaan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan integrasi akuisisi baru, yaitu Dekoruma, memperkuat ekosistem bisnis, khususnya segmen home and living.

Sepanjang 2024, perseroan menyelesaikan beberapa langkah strategis, termasuk peningkatan modal sebesar Rp2,25 triliun melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dan membuka gudang logistik baru di Marunda untuk meningkatkan kapasitas distribusi.

Selain itu, perseroan memperluas jaringan toko fisik dengan membuka 38 toko elektronik konsumen baru, termasuk toko merek-tunggal hello (Apple), Samsung, dan Huawei. Hingga akhir 2024, perseroan telah mengoperasikan total 204 toko elektronik konsumen.

Segmen institusi menunjukkan pertumbuhan pendapatan tertinggi sebesar 89%, dengan kontribusi utama dari penjualan smartphone kepada klien institusi. Sementara itu, perseroan juga meningkatkan efisiensi operasional, tercermin dari penurunan rugi operasional sebesar 34%.

Kinerja Unit Usaha

Ritel 1P Segmen ini mencatat pertumbuhan GPBD sebesar 66%, mencapai Rp859 miliar sepanjang 2024. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh rasionalisasi bauran produk dengan marjin tinggi seperti barang elektronik konsumen dan konsumsi, serta integrasi dengan Dekoruma yang memperkuat segmen home and living. Perseroan juga memperluas jaringan infrastruktur logistik dengan operasional gudang baru di Marunda.

Ritel 3P Segmen jasa platform ini mengalami pertumbuhan GPBD sebesar 26%, menjadi Rp2,5 triliun. Pertumbuhan signifikan ini didukung oleh peningkatan kontribusi platform online travel agent (OTA), terutama tiket.com, yang mencatat kenaikan tinggi dalam permintaan produk perjalanan dan akomodasi. Penjualan tiket konser juga meningkat signifikan seiring meningkatnya permintaan acara offline.

Laporan kinerja keuangan Blibli per unit bisnis / BELI

Institusi Unit usaha institusi mencatatkan kenaikan GPBD tertinggi, mencapai 173%, menjadi Rp759 miliar. Penjualan produk smartphone kepada klien institusi menjadi pendorong utama, diiringi dengan peningkatan kualitas klien dan nilai transaksi rata-rata per klien.

Toko Fisik Segmen toko fisik melaporkan pertumbuhan GPBD sebesar 36%, menjadi Rp1,2 triliun. Pertumbuhan ini dipicu oleh pembukaan toko-toko baru untuk merek terkemuka seperti hello (Apple), Samsung, dan Huawei. Selain itu, perseroan juga mengelola 60 gerai supermarket premium melalui Ranch Market.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, perseroan meluncurkan program Blibli Tiket Action, mencakup berbagai inisiatif ramah lingkungan seperti Green Delivery dan program penanaman pohon yang melibatkan pelanggan secara aktif.

CFO Ronald Winardi menambahkan, tren positif dalam peningkatan marjin dan efisiensi biaya membuat perseroan optimis untuk terus tumbuh secara berkelanjutan di masa depan.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading