LingoTalk secara resmi meluncurkan kembali platform pembelajaran bahasa Inggrisnya dengan pendekatan blended learning yang lebih inovatif. Acara bertajuk Grand Relaunch LingoTalk 2025 ini digelar di MARKAS Midpoint Place, Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai pemimpin industri serta pakar teknologi.
Dalam peluncuran ini, LingoTalk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan metode pembelajaran lebih personal dan adaptif. Co-Founder & CEO LingoTalk, Andre Benito, menjelaskan bahwa platform ini mampu menyesuaikan jalur pembelajaran dengan kebutuhan spesifik pengguna, sehingga pelatihan menjadi lebih efisien dan efektif.
“Platform kami mendefinisikan ulang pelatihan bahasa dengan memanfaatkan AI untuk memastikan setiap pengguna mencapai tujuan belajarnya dengan optimal,” ujar Andre.
Tak hanya itu, LingoTalk juga mengadopsi teknologi data analytics untuk mengukur efektivitas pelatihan secara real-time. Hal ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan program pembelajaran dengan kebutuhan spesifik karyawan guna meningkatkan keterlibatan (engagement) dan retensi tenaga kerja.
Selain itu, platform terbaru LingoTalk menawarkan beberapa fitur utama, di antaranya:
- Metode Pembelajaran yang Disesuaikan – Konten dirancang sesuai dengan tingkat kemahiran dan peran kerja pengguna.
- Hasil yang Terukur – Kemajuan pengguna dilacak secara real-time untuk menilai efektivitas pelatihan.
- Solusi Hemat Biaya – Model harga yang fleksibel, menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
- Pelatihan Menyeluruh – Dari asesmen awal hingga evaluasi berkelanjutan untuk memastikan dampak yang optimal.
Masa Depan Pembelajaran dengan AI
Acara ini turut menghadirkan sesi diskusi panel yang membahas pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pembelajaran. Para pembicara, termasuk Resya Sujana (Managing Director Talent Fit Indonesia), Heriyanto Agung Putra (Wadirut Zurich Indonesia{), dan Kenneth Shyle (CTO LingoTalk), menyoroti bagaimana AI dan adaptive learning platforms dapat meningkatkan retensi karyawan serta produktivitas perusahaan.
Menurut Resya, platform pembelajaran digital mampu menyediakan metode pelatihan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan tingkat kemahiran individu. Sementara itu, Agung menekankan pentingnya peran pemimpin dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan kerja.
Kementerian Komunikasi dan Digital turut mengawal perkembangan AI dalam sektor pembelajaran guna memastikan implementasi teknologi yang selaras dengan kebutuhan industri. Namun, tantangan utama masih berkisar pada aspek keamanan data, adopsi teknologi, serta kesiapan organisasi dalam mengintegrasikan sistem berbasis AI.
Secara keseluruhan, Grand Relaunch LingoTalk 2025 ingin menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa tidak hanya meningkatkan kapabilitas individu, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis dan daya saing perusahaan di tingkat global.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply