Living Lab Ventures, unit modal ventura korporasi milik Sinar Mas Land, mengumumkan investasi strategis ke INCREASE Laboratorium Indonesia, perusahaan riset dan laboratorium klinis yang berpusat di BSD City. Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas Indonesia dalam melakukan uji klinis berstandar global dan memperkokoh posisinya di sektor inovasi biomedis regional.
Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas operasi, membangun kemitraan global, serta memperoleh berbagai sertifikasi internasional yang dibutuhkan untuk memenuhi standar riset kesehatan global. INCREASE menyediakan layanan riset klinis secara menyeluruh, mulai dari desain studi dan regulasi hingga pengujian klinis dan bioanalitik.
Menurut pernyataan resmi Living Lab Ventures, infrastruktur riset yang mumpuni, kepatuhan terhadap regulasi, dan tenaga ahli berpengalaman menjadikan INCREASE mitra strategis bagi perusahaan farmasi dan bioteknologi global yang mencari basis riset di Asia Tenggara.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan regional di bidang kesehatan dan biomedis,” ujar Bayu Seto, Partner di Living Lab Ventures. “Kami melihat INCREASE sebagai platform strategis untuk memperkuat ekosistem riset klinis nasional, menarik mitra global, dan meningkatkan daya saing sektor kesehatan Indonesia.”
Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap layanan riset yang efisien dan sesuai standar internasional, sektor riset klinis Indonesia diperkirakan akan tumbuh pesat. Laporan 6Wresearch memperkirakan pasar Contract Research Organisation (CRO) di Indonesia akan mencapai US$1 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 10,6% sejak 2024.
Saat ini, INCREASE melayani klien dari Indonesia, Singapura, Australia, dan Tiongkok. Perusahaan juga telah menjalin kemitraan riset dengan Tsinghua University (Tiongkok) dan University of Osaka (Jepang) untuk mendukung transfer teknologi, penelitian bersama, serta pelatihan talenta lokal.
Dalam upaya memperoleh pengakuan internasional, INCREASE tengah menempuh proses sertifikasi dari College of American Pathologists (CAP), ISO 9001:2015, ISO 17025:2017, dan ISO 15189:2022.
Bagi Living Lab Ventures dan induknya, Sinar Mas Land, investasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan BSD City sebagai distrik inovasi global.
“Kami percaya konvergensi antara sains, teknologi, dan infrastruktur akan menjadi kunci dalam menempatkan Indonesia di peta inovasi medis dunia,” ujar Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land.
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, BSD City Biomedical Campus dan D-HUB SEZ akan menjadi testbed bagi perusahaan yang mengintegrasikan teknologi IoT, AI, dan solusi kesehatan berbasis inovasi.





