Penyedia solusi manjamen kualitas udara, Nafas, sedang dalam tahap akhir penutupan putaran pendanaan senilai hampir US$3 juta. Kabar ini pertama kali diwartakan DealStreetAsia. Pendanaan ini melibatkan investor Rigel Capital dan Qatar Development Bank (QDB).
Kepada DailySocial, Co-Founder Nafas Piotr Jakubowski membenarkan kabar tersebut. Kendati demikian ia enggan untuk memberikan informasi lebih detail.
Pendanaan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Nafas memperluas teknologi pemantauan dan perbaikan kualitas udara yang mereka kembangkan. Selama ini, Nafas dikenal menghadirkan solusi kualitas udara dalam ruangan dengan teknologi berbasis perangkat dan kecerdasan buatan, yang membantu bangunan atau ruang publik meningkatkan kualitas udara secara efisien dan terukur.
Ekspansi ke Timur Tengah dan Kolaborasi Strategis
Baru-baru ini, Nafas memperluas cakupan operasionalnya ke kawasan Timur Tengah dengan membuka pusat kegiatan regional di Doha, Qatar. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjawab tantangan kualitas udara di wilayah tersebut melalui penerapan teknologi pemantauan udara dalam berbagai sektor, termasuk perkantoran dan institusi pendidikan.
Di dalam negeri, Nafas juga menjalin kerja sama dengan Bank DBS Indonesia pada Agustus 2024 untuk memasang 50 sensor kualitas udara di sejumlah titik strategis. Inisiatif ini merupakan bagian dari pemanfaatan hibah yang diterima perusahaan melalui program DBS Foundation Business for Impact Grant. Kolaborasi ini memperkuat posisi Nafas sebagai pelopor solusi lingkungan berbasis data di Indonesia.
Dengan dukungan pendanaan dari Rigel Capital dan QDB, Nafas berpotensi untuk bisa meningkatkan kapasitas teknologi dan jangkauan layanan mereka secara signifikan, baik di Indonesia maupun pasar internasional. Langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan mendukung kesadaran publik terhadap pentingnya kualitas udara bersih.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply