Tracxn: Startup dengan Pendiri Perempuan Hanya Menyumbang 6% dari Total Pendanaan di Tahun 2024

1–2 minutes
Terdapat lebih dari 2.000 startup dengan pendiri perempuan di Asia Tenggara / Unsplash

Pendanaan untuk startup teknologi yang dipimpin oleh perempuan di Asia Tenggara mengalami penurunan tajam pada tahun 2024, sejalan dengan perlambatan investasi di sektor startup secara keseluruhan. Berdasarkan laporan tahunan Tracxn Geo Annual Report – Women Founders in SEA Tech 2024, startup yang dipimpin perempuan di kawasan ini hanya mengamankan pendanaan sebesar $198 juta, turun 65% dari tahun 2023 dan 77% dari 2022.

Meskipun terdapat lebih dari 2.000 startup dengan pendiri perempuan di Asia Tenggara, total pendanaan untuk kategori ini hanya mencakup 6% dari total pendanaan startup teknologi di kawasan, yang mencapai $3,09 miliar pada tahun 2024. Tidak ada satu pun transaksi pendanaan yang melampaui angka $100 juta, menandakan menurunnya minat investor terhadap startup yang dipimpin oleh perempuan.

Singapura tetap menjadi pusat utama bagi startup yang dipimpin perempuan dengan pendanaan mencapai $154 juta, diikuti oleh Jakarta ($33 juta) dan Hanoi ($20 juta). Sektor blockchain menjadi penerima investasi terbesar dengan $133 juta, melonjak 391% dibandingkan 2023. Namun, sektor fintech mengalami penurunan drastis, hanya memperoleh $91 juta, turun dari $427 juta di 2023 dan $665 juta di 2022.

Pendanaan tahap awal turun menjadi $115 juta, sedangkan pendanaan tahap seed naik 20% ke angka $82,9 juta. Namun, pendanaan tahap akhir menghilang sepenuhnya setelah pada 2023 masih mencapai $311 juta.

Aktivitas exit bagi startup perempuan juga mengalami tantangan. Tidak ada IPO yang tercatat pada 2024, melanjutkan tren serupa di 2023. Namun, terdapat 6 akuisisi startup yang dipimpin perempuan, naik dua kali lipat dari 3 akuisisi di 2023, tetapi tetap jauh lebih rendah dibandingkan 11 akuisisi di 2022. Salah satu transaksi signifikan adalah akuisisi Healint oleh Aptar Digital Health.

Dukungan Investor dan Pemerintah

Investor seperti Antler, Wavemaker Impact, dan 500 Global memimpin pendanaan tahap seed, sementara Vertex Ventures, SEEDS Capital, dan SIG Venture Capital aktif dalam investasi tahap awal.

Pemerintah juga turut mendorong inovasi di sektor ini. Inisiatif seperti Policy Toolkit oleh ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small, and Medium Enterprises (ACCMSME) dan program WAVES yang didukung oleh We-Fi dan ADB membantu meningkatkan akses keuangan bagi wirausaha perempuan. SG Women in Tech (SGWIT) juga mendorong keterlibatan lebih besar bagi perempuan di sektor teknologi.

Meskipun menghadapi tantangan besar, kombinasi dukungan dari investor dan kebijakan pemerintah tetap memberikan harapan bagi pertumbuhan startup yang dipimpin perempuan di Asia Tenggara.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading