Perusahaan Telekomunikasi Jepang NTT East Suntik Investasi Rp4 Triliun ke Anak Usaha SURGE

3–4 minutes
Penandatanganan kerja sama NTT East dan SURGE / SURGE

PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau SURGE (IDX: WIFI) mengumumkan kemitraan investasi strategis dengan Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East), anak perusahaan inti dari grup telekomunikasi Jepang NTT. Melalui kerja sama ini, NTT East mengucurkan investasi sebesar Rp4 triliun untuk mengambil 49% kepemilikan di PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), anak usaha SURGE, dalam bentuk saham dan komponen non-tunai.

Langkah ini menandai tonggak penting dalam transformasi digital Indonesia, dengan fokus utama mempercepat penyediaan akses internet yang terjangkau, andal, dan inklusif ke seluruh penjuru negeri. Kolaborasi ini memanfaatkan keahlian puluhan tahun NTT East dalam membangun dan mengoperasikan infrastruktur serat optik skala besar.

Presiden & CEO NTT East Naoki Shibutani menyatakan bahwa investasi ini bukan sekadar pengembangan infrastruktur, tetapi juga upaya memberdayakan masyarakat. “Kami percaya kemitraan ini akan mempercepat misi SURGE dalam menghadirkan Internet Rakyat yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.”

Presiden Direktur & CEO SURGE Yune Marketatmo  mengungkapkan bahwa langkah selanjutnya dalam peta jalan perusahaan adalah membangun infrastruktur edge computing lokal yang terjangkau dan terintegrasi dengan kecerdasan buatan. “Dengan ini, UMKM akan lebih mudah mengakses layanan cloud, analitik waktu nyata, dan alat otomatisasi untuk mendorong daya saing dan inovasi,” jelasnya.

Melalui kerja sama ini, WEAVE akan memperoleh akses ke transfer teknologi, sistem manajemen mutu, serta standar desain infrastruktur dari NTT East. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, berbagi pengetahuan, dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan sektor ekonomi digital.

Kinerja Keuangan 2024: Laba Bersih Melonjak Hampir 300%

Sepanjang tahun 2024, WIFI mencatatkan kinerja keuangan yang impresif. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp231,18 miliar, meningkat hampir 295% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp58,54 miliar. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan pendapatan yang signifikan, terutama dari sektor iklan dan layanan bandwidth.

Pendapatan perusahaan selama 2024 naik 52,92% menjadi Rp671,85 miliar, dibandingkan Rp439,32 miliar pada tahun 2023. Sektor iklan menyumbang pendapatan terbesar dengan total Rp320,38 miliar, naik dari Rp268,76 miliar di tahun sebelumnya. Pendapatan dari layanan bandwidth juga mengalami lonjakan tajam menjadi Rp227,19 miliar dari sebelumnya hanya Rp55,27 miliar.

Selain itu, sektor penyewaan core ikut tumbuh menjadi Rp101,90 miliar, naik dari Rp58,58 miliar. Menariknya, pada tahun 2024, perusahaan mulai mencatatkan pendapatan dari dua lini bisnis baru yaitu Manage Telco Service sebesar Rp25,07 miliar, serta Colocation senilai Rp2,36 miliar, dua pos yang pada 2023 belum menyumbang pendapatan.​

Strategi efisiensi yang diterapkan perusahaan juga berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp257,08 miliar, turun 3,84% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp267,35 miliar. Hal ini menghasilkan peningkatan laba bruto hingga 141,18% menjadi Rp414,77 miliar pada akhir 2024, dibandingkan Rp171,97 miliar pada tahun sebelumnya.

Performa Saham WIFI: Lonjakan Signifikan di Pasar Modal

Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menunjukkan performa luar biasa di pasar modal. Dalam enam bulan terakhir, harga sahamnya melonjak 576,69% dari Rp266 per saham (30 September 2024) menjadi Rp1.800 pada penutupan 27 Maret 2025. Peningkatan paling tajam terjadi sejak awal tahun 2025. Pada 2 Januari, harga saham WIFI berada di level Rp410, kemudian sempat menyentuh Rp2.610 pada 26 Februari 2025. Jika ditarik dalam kurun waktu satu tahun, saham WIFI telah melesat 1.263,64% dari hanya Rp132 per saham pada 1 April 2024.​

Pada penutupan perdagangan Kamis, 10 April 2025, harga saham WIFI melonjak 24,92% ke posisi Rp1.980 per saham. Harga saham WIFI dibuka naik ke posisi Rp1.720 per saham. Harga saham WIFI berada di level tertinggi Rp1.980 dan level terendah Rp1.690 per saham. Total frekuensi perdagangan 25.140 kali dengan volume perdagangan 1.519.655 saham. Nilai transaksi Rp283,1 miliar.​

Strategi 2025: Ekspansi Infrastruktur dan Kolaborasi Strategis

Memasuki tahun 2025, PT Solusi Sinergi Digital Tbk berkomitmen untuk memperluas konektivitas last-mile melalui cakupan broadband residensial di lebih dari 400 stasiun kereta api di Pulau Jawa dan wilayah sekitarnya. Perusahaan memanfaatkan kemitraan strategis bersama lebih dari 500 kontraktor lokal dan ISP untuk mencapai tujuan ini.​

Strategi jaringan ini memungkinkan scaling yang efisien secara biaya sambil melayani komunitas padat yang terhubung dengan jalur transportasi, yang selama ini belum dijangkau oleh penyedia layanan konvensional. Dengan posisi keuangan yang lebih kuat dan momentum yang positif memasuki 2025, perusahaan berada dalam posisi ideal untuk mendukung agenda transformasi digital Indonesia.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading