Reku Catatkan Pertumbuhan Dua Digit Sepanjang 2024

1–2 minutes
Jajaran manajemen Reku / Reku

Reku, platform investasi aset kripto dan saham AS, mengklaim capaian pertumbuhan signifikan sepanjang 2024. Di tengah ketatnya persaingan industri wealthtech, Reku berhasil mempertahankan kinerjanya dengan mencatatkan peningkatan penghasilan dan profitabilitas hingga dobel digit dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, pihak Reku enggan memberikan detail angka pertumbuhan yang berhasil dicapai.

Co-CEO Reku Jesse Choi menyatakan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan ketangguhan perusahaan di tengah kompetisi yang semakin ketat. “Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan dan kepuasan pengguna yang terus bertahan hingga tahun ketujuh perjalanan kami,” ungkapnya.

Momentum pasar sepanjang 2024 juga dinilai turut mendukung pertumbuhan Reku. Peristiwa Bitcoin halving dan diperkenalkannya exchange-traded fund (ETF) serta rekor All-Time-High (ATH) baru Bitcoin menjadi pendorong utama adopsi investasi kripto di Indonesia dan global.

Komitmen Inovasi dan Literasi Finansial

Jesse turut menyampaikan, pencapaian Reku juga didorong oleh inovasi berkelanjutan dan komitmen terhadap edukasi finansial masyarakat. Setelah meluncurkan layanan staking berlisensi Bappebti pada 2023, Reku memperkenalkan lebih dari 600 Saham AS pada 2024, memungkinkan pengguna untuk berinvestasi mulai dari $1.

Untuk melengkapi lini produknya, dalam waktu dekat Reku juga akan dilengkapi dengan produk derivatif kripto.

Di luar inovasi produk, Reku juga aktif menggelar kegiatan edukasi pasar. Di tahun 2024 lebih dari 60 kegiatan edukasi yang telah menjangkau puluhan ribu peserta. Roadshow di 10 kota bekerja sama dengan Tether serta kolaborasi dengan komunitas keuangan menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi investasi.

Potensi Indonesia sebagai Pusat Kripto Asia

Robby, Chief Compliance Officer Reku, menegaskan optimismenya terhadap pertumbuhan industri kripto di Indonesia. “Jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 22,11 juta orang, melebihi jumlah investor di instrumen tradisional seperti pasar modal,” ujarnya. Berdasarkan laporan Chainalysis: 2024 Geography of Cryptocurrency, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dalam tingkat adopsi kripto, setelah India dan Nigeria.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendukung pertumbuhan industri ini, termasuk peresmian Bursa Kripto pertama di dunia dan penguatan regulasi oleh OJK. Langkah-langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi potensi besar kripto di Indonesia.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading