Riset YouGov Ungkapkan Preferensi Konsumen E-Commerce Indonesia Tahun 2025

1–2 minutes
Konsumen semakin “value for money”; video pendek kian memicu niat belanja lintas generasi / Unsplash

Indonesia menempati peringkat kedua dari 55 pasar global dalam preferensi belanja online, berada tepat di bawah Tiongkok dan di atas India. Temuan riset terbaru YouGov ini menegaskan daya tarik e-commerce Indonesia sekaligus pergeseran fokus konsumen pada nilai terbaik di setiap transaksi.

General Manager YouGov Indonesia & India, Edward Hutasoit, menilai konsumen kini lebih cerdas, selektif, menuntut value for money, kecepatan pengiriman, serta personalisasi yang lebih baik. Hal tersebut berimplikasi mendorong platform dan penjual beradaptasi cepat.

Riset menggabungkan YouGov Profiles dan BrandIndex, mencakup >5.000 konsumen online Indonesia dan ratusan ribu responden global. Ukuran sampel bervariasi per modul: >20.000 untuk penemuan produk, 128.000 untuk preferensi video, dan >300.000 untuk perilaku belanja online, promosi, dan personalisasi. Panel independen YouGov mencakup >55 pasar.

Harga, pilihan, dan promo jadi pendorong utama

Didasarkan hasil  survei, konsumen Indonesia memilih belanja online dibanding toko fisik didominasi faktor harga lebih murah (68%), pilihan lebih banyak (57%), promosi (48%), kemudahan (47%), dan layanan pengiriman (46%).

Dalam empat tahun terakhir, preferensi belanja online melonjak pada kategori kunci: baju & sepatu (+18%) serta musik, video, dan buku (+15%).

Marketplace tetap menjadi kanal utama penemuan produk. Kanal kedua bervariasi: Gen Z mengandalkan influencer, milenial pada ulasan produk, sedangkan Gen X pada rekomendasi keluarga/teman.

“Gratis ongkir” meredam kekhawatiran biaya & waktu kirim

Dua dari tiga konsumen menyebut ongkos kirim tinggi dan pengiriman lama sebagai kekhawatiran utama. Sebanyak 79% selalu berburu promo saat berbelanja; gratis ongkir menjadi insentif paling dicari karena langsung menjawab kekhawatiran tersebut.

Meski lebih responsif terhadap iklan yang dipersonalisasi, satu dari empat konsumen menilai rekomendasi produk yang disajikan algoritma masih belum sesuai selera.

Ledakan video pendek dorong intensi belanja

Konsumsi video online di Indonesia sangat tinggi, dengan dominasi konten hiburan, komedi, dan kuliner. Preferensi konten berbeda antar generasi:

  • Gen Z: fesyen & kecantikan (setelah hiburan/komedi)
  • Gen X: kesehatan & kebugaran (setelah hiburan dan kuliner)
  • Milenial: bisnis & keuangan (peringkat ke-4)

Temuan ini membuka jalur pemasaran langsung: konten kuliner relevan untuk promosi bahan makanan/peralatan dapur; fesyen & kecantikan untuk menjangkau Gen Z; dan konten finansial untuk produk kebutuhan harian & gaya hidup.

“Seiring konsumen Indonesia semakin nyaman berbelanja online, brand dan platform harus menghadirkan pengalaman yang personal dan relevan, menyesuaikan strategi dengan perilaku tiap generasi, serta mengintegrasikan konten kreatif,” kata Edward.

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading