SAGANA memberikan investasi tambahan dalam seed round Dash Electric, startup penyedia layanan logistik last-mile berbasis kendaraan listrik di Indonesia. Pendanaan ini menegaskan kepercayaan SAGANA terhadap model bisnis Dash Electric dalam menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan di sektor logistik.
Dalam putaran pendanaan ini, SAGANA mendukung investasi yang dipimpin oleh Fondation Botnar, bersama sejumlah investor lain, termasuk The Radical Fund, Schneider Electric Energy Access Asia, Bali Investment Club, Aksara Ventures, Antler, serta Kevin Aluwi, salah satu pendiri dan mantan CEO Gojek.
Pendanaan seed round tersebut akan digunakan Dash Electric untuk memperkuat operasional dan memperluas adopsi model EV-as-a-Service. Model ini memungkinkan perusahaan, khususnya di sektor e-commerce dan makanan-minuman, mengalihkan kebutuhan armada pengiriman ke kendaraan listrik tanpa belanja modal awal dan tanpa kompleksitas pengelolaan armada maupun pengemudi.
Dash Electric menilai kebutuhan layanan logistik last-mile yang andal dan efisien terus meningkat, seiring pertumbuhan transaksi digital dan layanan pesan-antar. Melalui pendekatan armada terkelola penuh, perusahaan berupaya menekan biaya operasional klien sekaligus meningkatkan keandalan pengiriman.
Saat ini, Dash Electric telah bekerja sama dengan sejumlah platform besar, antara lain Lazada, Zalora, JNE, Janji Jiwa, dan Sayurbox. Perusahaan mencatat kontribusi lingkungan dengan menghindari emisi hingga 77 ton CO₂, serta dampak sosial melalui peningkatan kesejahteraan lebih dari 500 pengemudi dengan struktur kompensasi dan standar keselamatan yang lebih baik.
SAGANA menyatakan tambahan investasi ini sejalan dengan fokus perusahaan pada solusi yang memiliki dampak ekonomi dan lingkungan. Dengan dukungan pendanaan seed round, Dash Electric diharapkan dapat mempercepat skala bisnis dan mendorong dekarbonisasi sektor logistik di Indonesia.






Leave a Reply