PT Global Digital Niaga Tbk (IDX: BELI), entitas induk dari Blibli, melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp4,69 triliun pada kuartal I 2025, naik 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja positif di seluruh unit bisnis, termasuk e-commerce, jaringan ritel fisik, dan layanan travel melalui tiket.com.
Berdasarkan segmen bisnis, pendapatan terbanyak berasal dari penjualan produk pihak pertama (first party) sebesar Rp1,73 triliun, diikuti pihak institusi Rp1,6 triliun, toko fisik sebesar Rp1,58 triliun, dan pihak ketiga (third party) Rp701 miliar. Namun, setelah dikurangi diskon dan promosi, pendapatan neto masing-masing segmen menjadi Rp1,4 triliun untuk pihak pertama, Rp1,5 triliun dari institusi, Rp1,4 triliun dari toko fisik, dan Rp351 miliar dari pihak ketiga.
Blibli juga mengandalkan kontribusi dari dua anak usahanya yang telah diakuisisi, yaitu PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), pengelola jaringan supermarket seperti Ranch Market dan Farmers Market, serta PT Global Tiket Network (tiket.com) di segmen perjalanan. Keduanya berkontribusi pada diversifikasi pendapatan dan memperkuat sinergi ekosistem omnichannel.
Meski pendapatan meningkat, Blibli masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp641,5 miliar, sedikit lebih baik dibandingkan rugi Rp696 miliar pada kuartal I 2024. Rugi ini disebabkan oleh beban operasional yang tinggi, khususnya beban umum dan administrasi sebesar Rp952,6 miliar dan beban penjualan Rp506,3 miliar.
Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp17,7 triliun dari sebelumnya Rp16,2 triliun, sementara liabilitas naik menjadi Rp8,52 triliun. Peningkatan ini seiring dengan bertambahnya utang bank jangka pendek menjadi Rp3,02 triliun.
Kinerja kuartal ini menunjukkan bahwa Blibli masih dalam fase investasi dan konsolidasi bisnis. Upaya efisiensi dan optimalisasi operasional menjadi kunci untuk mempercepat langkah menuju profitabilitas jangka panjang.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply